Periskop.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian pesat membawa kemudahan serta tren baru di tengah masyarakat. 

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui akun Instagram resminya, @bssn_ri, mengingatkan publik untuk tetap waspada terhadap potensi risiko keamanan di balik maraknya penggunaan aplikasi edit wajah berbasis AI.

Saat ini, teknologi AI makin mudah dan cepat diakses untuk berbagai kebutuhan visual. Beberapa pemanfaatan populer AI di antaranya mengubah foto wajah menjadi avatar digital, membuat foto profil profesional, menghasilkan video yang realistis, hingga menciptakan gambar atau ilustrasi dengan gaya seni tertentu. 

Kendati menyenangkan, aktivitas mengunggah foto wajah ke platform digital menyimpan potensi bahaya bagi privasi penggunanya.

Kedudukan Wajah Sebagai Data Biometrik

BSSN menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, wajah dikategorikan sebagai data biometrik yang bersifat spesifik. 

Data biometrik memiliki karakteristik yang sangat unik dan melekat secara permanen pada diri setiap individu.

Terdapat perbedaan mendasar antara data biometrik dengan pengaman konvensional seperti password

Kata sandi atau password dapat diganti kapan saja jika terjadi kebocoran, sedangkan struktur data wajah seseorang tidak dapat diubah sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, menjaga kerahasiaan dan keamanan data biometrik menjadi hal yang sangat krusial di era digital saat ini.

Potensi Penyalahgunaan dan Bahaya Kejahatan Siber

Apabila data biometrik berupa wajah jatuh ke tangan yang salah atau dikelola oleh platform yang tidak aman, teknologi AI dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan kejahatan siber. 

Beberapa potensi penyalahgunaan yang mungkin terjadi meliputi:

  • Pembuatan Deepfake: Rekayasa citra visual atau video yang menyerupai seseorang untuk tujuan penipuan atau pencemaran nama baik.
  • Penipuan Digital: Menggunakan identitas visual korban untuk mengelabui orang lain dalam transaksi keuangan.
  • Pencurian Identitas: Pengambilalihan data diri secara ilegal untuk kepentingan pihak tidak bertanggung jawab.
  • Penyalahgunaan Verifikasi Wajah: Membobol sistem keamanan berbasis face recognition pada layanan keuangan maupun aplikasi penting lainnya.

Langkah Bijak Sebelum Menggunakan Aplikasi AI

Guna meminimalkan risiko kebocoran data biometrik, BSSN membagikan beberapa panduan penting yang perlu dilakukan masyarakat sebelum memutuskan untuk memakai aplikasi penyunting gambar berbasis AI.

Langkah pertama adalah memastikan aplikasi yang digunakan terpercaya serta memiliki reputasi keamanan yang baik. Pengguna juga diimbau untuk selalu memeriksa izin akses yang diminta oleh aplikasi sebelum memberikan persetujuan.

Selain itu, sebisa mungkin hindari mengunggah data pribadi yang terlalu sensitif, serta jangan mudah tergiur untuk sekadar mengikuti tren viral tanpa memperhitungkan faktor privasi. 

Hal yang tidak kalah penting adalah membaca dan memahami kebijakan penggunaan data dari pengembang aplikasi guna memastikan sejauh mana foto yang diunggah akan disimpan atau dimanfaatkan.