Periskop.id - Perusahaan kecerdasan artifisial (AI) Anthropic membentuk tim khusus untuk mengembangkan chip AI buatan sendiri guna mendukung operasional model AI andalannya, Claude. Langkah ini disebut-sebut menargetkan pemangkasan biaya inferensi atau proses eksekusi model per token hingga sekitar 50%, sebuah taruhan besar di tengah membengkaknya biaya operasional layanan AI generatif.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Rabu (5/8) waktu setempat, Anthropic mengonfirmasi perusahaan berencana mengembangkan perangkat keras dan model AI secara bersamaan agar teknologi yang dikembangkannya dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Perusahaan menyebut tim tersebut sebagai "custom silicon team" dan tengah membuka lowongan bagi insinyur lintas latar belakang perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mengembangkan chip dan model AI secara berdampingan.

Anthropic memutuskan untuk mengembangkan chip sendiri di tengah meningkatnya permintaan terhadap Claude, sementara perusahaan-perusahaan AI berlomba mengamankan kapasitas infrastruktur komputasi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan dan layanan AI.

Mantan Insinyur Dojo Tesla dan OpenAI Pimpin Proyek

Berdasarkan laporan Tech Times, kepemimpinan teknis proyek chip yang masih dalam tahap awal ini dipegang oleh Clive Chan, yang bergabung dengan Anthropic pada awal Juni 2026. Chan sebelumnya merupakan insinyur perangkat keras kedua di tim chip khusus OpenAI, yang ia masuki pada Januari 2024 setelah sebelumnya bekerja di program superkomputer Dojo milik Tesla, menangani infrastruktur deep learning untuk sistem Autopilot termasuk optimasi GPU dan infrastruktur pelatihan.

Sejauh ini, Anthropic belum memberikan target waktu kapan chip khusus tersebut akan mulai diproduksi, belum merinci arsitektur teknisnya, dan belum menandatangani perjanjian manufaktur apa pun. Menurut sumber industri yang dikutip Reuters dan dilaporkan Qz.com, biaya pengembangan chip AI canggih dapat mencapai hampir setengah miliar dolar AS, didorong oleh kebutuhan talenta rekayasa khusus dan mahalnya proses fabrikasi bebas cacat pada skala komersial.

Samsung sebagai Kandidat Mitra Manufaktur, Sekaligus Investor

Sebelumnya, Anthropic dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Samsung sebagai mitra dalam pengembangan chip tersebut. Pembicaraan awal ini dilaporkan pertama kali oleh The Information pada awal Juli 2026 dan kemudian dikonfirmasi sejumlah media termasuk Bloomberg dan TechCrunch. Menurut catatan Tech Times, opsi yang tengah dijajaki adalah pemanfaatan proses fabrikasi 2 nanometer milik Samsung, yakni node SF2P yang merupakan iterasi kedua arsitektur 2nm berorientasi performa menggunakan transistor nanosheet Gate-All-Around, dengan tingkat kendali elektrik yang lebih presisi dibanding desain FinFET generasi sebelumnya. Tingkat yield produksi SF2P Samsung disebut telah mendekati 70% pada awal 2026, meski stabilitas produksi dalam volume besar secara komersial belum sepenuhnya terverifikasi.

Menariknya, relasi antara kedua perusahaan ini tidak sepenuhnya baru: Samsung tercatat sebagai salah satu investor pada putaran pendanaan Seri H Anthropic pada Mei 2026, menciptakan hubungan finansial yang berpotensi memberi bobot tambahan pada pembicaraan rantai pasok chip ini, meski hingga kini belum ada kesepakatan manufaktur resmi yang ditandatangani kedua pihak.

Selama ini Anthropic telah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia infrastruktur komputasi AI, termasuk Amazon Web Services (AWS), Google, Nvidia, dan AMD, untuk memperoleh akses terhadap perangkat keras AI. Namun, perusahaan menilai ketergantungan pada perusahaan lain saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat. 

Menurut laporan TheStreet, dominasi Nvidia yang menguasai sekitar 74% pangsa pasar chip AI global turut menjadi salah satu pendorong sejumlah perusahaan AI besar untuk mengembangkan silikon sendiri, guna mengurangi ketergantungan terhadap satu pemasok tunggal.

Bukan Pemain Pertama, Ikuti Jejak OpenAI, Google, dan Meta

Anthropic bukan perusahaan AI pertama yang mengembangkan chip sendiri. Pada Juni lalu, OpenAI memperkenalkan chip AI bernama Jalapeño yang dikembangkan bersama Broadcom dan dirancang khusus untuk beban kerja inferensi. Sementara itu, Google DeepMind telah lama mengandalkan chip Tensor Processing Unit (TPU) milik Alphabet untuk menjalankan model AI-nya, sedangkan Meta juga mengembangkan akselerator AI buatannya sendiri melalui lini Meta Training and Inference Accelerator (MTIA).

Tren mengembangkan silikon khusus ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar yang cukup pesat. Berdasarkan data TrendForce yang dikutip Tech Times, pengiriman akselerator AI kustom diperkirakan tumbuh 44,6% pada 2026, hampir tiga kali lipat dari laju pertumbuhan GPU serbaguna yang diproyeksikan hanya 16,1% pada periode yang sama — menandakan pergeseran industri menuju chip yang dirancang spesifik untuk kebutuhan model AI tertentu, alih-alih mengandalkan perangkat keras generik.

Untuk mendukung pengembangan chip tersebut, Anthropic saat ini membuka lowongan bagi insinyur yang memiliki pengalaman di bidang perancangan semikonduktor