Periskop.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan Kereta Cepat Whoosh lewat WhatsApp. Penipuan ini menyasar calon penumpang dengan tawaran pembelian tiket dan layanan perjalanan dari nomor tidak resmi.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, pelaku kerap memakai nama, logo, jadwal perjalanan, hingga materi visual Whoosh untuk meyakinkan korban bahwa layanan tersebut resmi. Menurutnya, masyarakat jangan cuma terpaku pada tampilan logo atau jadwal, tapi wajib mengecek kanal transaksi yang dipakai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh," kata Eva dalam keterangan resmi di Bandung, Rabu (29/7).

KCIC menegaskan, pihaknya tidak pernah mengarahkan pembayaran tiket ke rekening pribadi maupun rekening yang disampaikan lewat nomor WhatsApp tak resmi.

Eva memaparkan, salah satu modus yang ditemukan berawal dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan Whoosh. Iklan tersebut mengarahkan korban menghubungi nomor WhatsApp tertentu.

Setelah kontak terjalin, pelaku memberikan informasi jadwal perjalanan yang menyerupai layanan resmi. Data pribadi korban lalu diminta, sebelum akhirnya pembayaran diarahkan ke rekening perorangan.

Pelaku juga kerap menawarkan promo atau fasilitas perjalanan yang tidak sesuai dengan layanan resmi Whoosh, demikian diungkapkan Eva.

Untuk menghindari jebakan semacam ini, KCIC menegaskan tiket Whoosh hanya bisa dibeli lewat kanal penjualan resmi. Kanal tersebut meliputi aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun.

Selain itu, pembelian juga tersedia lewat Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

"Sementara itu, layanan Whoosh Contact Center di nomor 0811-8888-111 digunakan untuk kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, pemesanan rombongan, hingga voucher perjalanan," ujar Eva.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap tautan maupun dokumen mencurigakan yang dikirim dari nomor yang mengaku sebagai Whoosh, kata Eva menambahkan.

"Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center," pungkas Eva.