periskop.id - Populasi satwa liar dunia mengalami penurunan drastis. Berdasarkan laporan Living Planet Report 2024 yang dilansir dari World Wildlife Fund (WWF), Selasa (29/7), populasi satwa liar rata-rata telah menyusut 73% sejak tahun 1970. Lebih dari 47.000 spesies saat ini masuk dalam kategori terancam punah, menurut data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Meskipun upaya konservasi terus dilakukan, aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan seperti perburuan liar dan hilangnya habitat membuat banyak spesies berada di ambang kepunahan. Berikut adalah daftar hewan terancam punah di dunia yang menduduki peringkat teratas:
1. Trenggiling Sunda
Salah satu dari delapan spesies trenggiling yang hidup di Asia Tenggara. Ancaman utamanya adalah perburuan liar untuk daging dan sisik, meskipun perdagangan internasionalnya dilarang.
2. Macan Tutul Amur
Kucing besar paling langka di dunia, dengan populasi sekitar 130 ekor. Habitatnya yang terbatas di Rusia timur jauh dan timur laut China terancam oleh pembangunan.
3. Harimau Sunda (Harimau Sumatra)
Subspesies harimau terkecil yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra. Pertumbuhan populasi manusia telah menyebabkan hilangnya habitat dan meningkatnya konflik, serta perburuan ilegal.
4. Gorila Gunung
Dengan populasi sekitar 1.063 ekor, mereka hidup di hutan pegunungan di Kongo, Rwanda, dan Uganda. Gorila ini terancam oleh hilangnya habitat, perang, dan penyakit yang menular dari manusia.
5. Orangutan Kalimantan
Primata arboreal terbesar di dunia. Lebih dari 100.000 individu hilang antara tahun 1999–2015 akibat deforestasi yang menghilangkan 40% habitat mereka.
6. Lumba-lumba Tanpa Sirip Sungai Yangtze
Satu-satunya spesies lumba-lumba air tawar di dunia. Lumba-lumba ini berstatus sangat kritis, meskipun program konservasi dan larangan penangkapan ikan telah membantu menaikkan populasinya secara perlahan.
7. Badak Hitam
Populasinya anjlok 98% antara 1960–1995. Saat ini, hanya tersisa 6.421 ekor. Perburuan cula untuk perdagangan ilegal menjadi ancaman terbesar.
8. Gajah Hutan Afrika
Populasinya turun lebih dari 80% dalam 100 tahun terakhir. Mereka terancam oleh perburuan intensif dan hilangnya habitat akibat pembukaan lahan untuk pertanian.
9. Orangutan Sumatra
Orangutan Sumatra, dengan populasi kurang dari 14.000, kehilangan 60% habitatnya akibat pembalakan, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur. Sebagian besar populasinya saat ini bertahan di Ekosistem Leuser, Aceh.
10. Penyu Sisik (Hawksbill Turtle)
Populasi hewan ini menyusut hingga 80% dalam tiga generasi terakhir. Penyu ini terancam oleh tangkapan sampingan, kerusakan habitat bertelur, perusakan terumbu karang, serta perdagangan cangkang ilegal. Ancaman tambahan seperti sampah plastik dan perubahan iklim juga memperburuk kondisi mereka.
Tinggalkan Komentar
Komentar