Periskop.id - Siklon tropis adalah badai besar yang muncul di perairan hangat dan dapat memengaruhi cuaca dalam jarak yang luas. Badai ini membawa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi yang bisa berdampak hingga ke daratan. Karena itu, penting untuk mengenal siklon tropis dan penyebabnya agar kita paham serta bisa lebih waspada terhadap cuaca ekstrem.
Apa Itu Siklon Tropis?
Siklon tropis adalah badai kuat yang ukurannya sangat besar, dengan radius sekitar 150-200 km. Fenomena ini biasanya terbentuk di atas lautan yang luas dan memiliki suhu permukaan air hangat, yaitu di atas 26,5 °C. Di dekat pusat badai, angin berputar sangat kencang dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam.
Siklon tropis biasanya muncul di wilayah perairan Atlantik Barat, Pasifik Timur dan Selatan, Samudra Hindia, hingga sekitar Australia. Jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai spiral besar yang berisi kumpulan awan tebal, angin kencang, dan badai petir. Angin yang berputar dekat pusat badai bisa mencapai kecepatan lebih dari 63 km/jam.
Umumnya, siklon tropis dapat bertahan antara 3 hingga 18 hari. Namun, badai ini akan melemah dan akhirnya hilang ketika bergerak ke daerah dengan suhu laut lebih dingin atau ketika memasuki daratan.
Ukuran siklon tropis menggambarkan seberapa luas area yang terkena angin kencang gale force. Diameter siklon tropis bisa sangat bervariasi, mulai dari yang kecil sekitar 50 km seperti Cyclone Tracy (1977), hingga yang sangat besar mencapai 1.100 km seperti Typhoon Tip (1979).
Wilayah tempat siklon tropis biasanya tumbuh meliputi Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia bagian utara dan selatan, Australia, serta Pasifik Selatan. Sekitar dua per tiga siklon tropis terjadi di belahan bumi utara.
Sebagian besar sekitar 65% terbentuk di wilayah yang berada 10° hingga 20° dari garis ekuator. Hanya sekitar 13% yang muncul di atas lintang 20°, sedangkan di daerah sangat dekat ekuator (0°–10°), siklon tropis hampir tidak pernah terbentuk.
Penyebab Terjadinya Siklon Tropis
Sesuai namanya, siklon tropis terbentuk di perairan sekitar daerah tropis, terutama di wilayah yang memiliki suhu permukaan laut hangat. Secara rata-rata, terjadi sekitar 57 siklon tropis setiap tahun di belahan bumi utara dan sekitar 26 siklon tropis di belahan bumi selatan (berdasarkan data 1968-1989).
Agar siklon tropis bisa terbentuk, beberapa kondisi berikut harus terpenuhi:
- Suhu permukaan laut hangat, minimal 26,5 °C hingga kedalaman sekitar 60 meter.
- Atmosfer harus tidak stabil, sehingga awan Cumulonimbus (awan badai petir) dapat berkembang. Awan-awan ini penting karena menandai adanya aktivitas konvektif yang kuat.
- Udara di lapisan tengah atmosfer (sekitar 5 km) harus cukup lembap. Jika lapisan ini terlalu kering, badai petir tidak dapat berkembang dengan baik di dalam sistem siklon.
- Lokasinya berada minimal 500 km dari ekuator karena siklon sangat jarang terbentuk dekat garis katulistiwa.
- Adanya gangguan atmosfer, seperti pusaran angin di dekat permukaan yang memicu kumpulan angin berkumpul.
- Perbedaan kecepatan angin dari bawah ke atas tidak terlalu besar, karena perubahan angin yang terlalu ekstrem dapat mengacaukan pembentukan badai petir di dalam siklon.
Bagaimana Siklon Tropis Terbentuk?
Para ahli meteorologi mengenali beberapa tanda yang menunjukkan bahwa siklon tropis mulai terbentuk, yaitu:
Suhu Permukaan Laut Minimal 26,5°C
Laut yang hangat menghasilkan banyak uap air. Energi dari uap ini membantu memicu terbentuknya badai.
Tekanan Udara Sangat Rendah
Saat tekanan udara turun, angin mulai tertarik ke pusat tekanan rendah dan bergerak memutar membentuk pusaran.
Kelembapan Tinggi di Lapisan Atmosfer
Udara yang lembap membantu pembentukan awan konvektif, yaitu awan tebal yang menjadi bagian utama dari siklon tropis.
Perbedaan Kecepatan Angin yang Kecil (Vertical Wind Shear Rendah)
Jika perubahan kecepatan angin dari permukaan hingga lapisan atas tidak terlalu besar, sistem badai bisa berkembang dengan stabil.
Awan Konvektif yang Mengumpul dan Terorganisasi
Pada citra satelit, tanda awal siklon biasanya terlihat sebagai kumpulan awan tebal yang berputar dan semakin rapat di satu area.
Dampak Siklon Tropis
Siklon tropis dapat memengaruhi cuaca di area yang sangat luas, bahkan ratusan kilometer dari pusat badai. Artinya, meskipun pusat siklon berada jauh dari permukiman, efeknya tetap bisa terasa. Beberapa dampak yang sering terjadi, antara lain:
Hujan Lebat dan Banjir
Hujan deras yang berlangsung lama dapat memicu banjir dan banjir bandang.
Angin Kencang
Angin yang sangat kuat bisa merobohkan pohon, merusak bangunan ringan, hingga mengganggu aktivitas transportasi.
Gelombang Tinggi dan Badai Laut
Siklon tropis dapat menciptakan gelombang laut yang sangat tinggi dan berbahaya bagi nelayan serta kapal yang sedang berlayar.
Tanah Longsor
Daerah perbukitan berisiko mengalami longsor karena tanah menjadi jenuh air akibat hujan ekstrem.
Gangguan Infrastruktur
Badai dan banjir bisa mengganggu jaringan listrik, komunikasi, serta akses jalan dan transportasi lainnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar