periskop.id - Kehadiran Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka menyebar hingga daratan Aceh dan Sumatra Utara. Menurut BMKG, awalnya siklon ini terbentuk dari Bibit Siklon 95B. Namun, siklon ini berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB. Siklon ini bergerak menuju arah barat, tepatnya menuju wilayah daratan Aceh dengan pergerakan kecepatan sekitar 10 km/jam. Hal ini pun mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Siklon Tropis Senyar ini mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumut. Selain itu, Siklon Tropis Senyar juga menciptakan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumbar dan Riau.

Cuaca ekstrem ini mengakibatkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa jumlah korban jiwa sebanyak 441 jiwa per 30 November 2025. 

Bukan hanya berdampak pada korban jiwa, tapi juga berdampak pada aspek material. Ketiga provinsi yang terdampak mengalami kerusakan infrastruktur dengan rincian sebanyak 827 unit rumah mengalami rusak berat, 694 unit rumah rusak sedang, 1.300 rumah rusak ringan, 43 unit fasilitas pendidikan rusak, dan 133 jembatan rusak.

Bencana ini mengundang perhatian publik dan memunculkan sebuah pertanyaan mengenai definisi siklon tropis, jenis-jenis yang muncul, dan mengapa fenomena ini dapat menghancurkan wilayah yang dilaluinya.

Pengertian Siklon Tropis

Melansir dari Antara, Siklon Tropis adalah sistem badai atmosfer yang terbentuk di atas perairan tropis dan subtropis dan memiliki pusat tekanan udara yang rendah. Fenomena ini ditandai dengan terbentuknya sirkulasi angin berputar yang bisa berkembang menjadi angin badai, disertai dengan embusan angin kencang dan intensitas hujan yang tinggi.

Pemanasan permukaan laut yang tinggi mengakibatkan peningkatan penguapan air laut. Proses penguapan itu pun naik ke atmosfer hingga menciptakan awan tebal yang berputar akibat pengaruh perputaran bumi.

Jenis-Jenis Siklon Tropis

Masih melansir dari Antara, jenis-jenis Siklon Tropis ini dipengaruhi oleh perbedaan intensitas angin yang ditimbulkan.

  1. Depresi Tropis
    Jenis ini merupakan tahap awal dari siklon tropis. Kecepatan angin yang dihasilkan kurang dari 63 km/jam. Meskipun masih tahap awal, tapi Depresi Tropis tetap menghasilkan hujan yang lebat dan angin kencang.
  2. Badai tropis
    Badai Tropis merupakan lanjutan dari depresi tropis, apabila tekanan rendah terus mengalami perkembangan dan kecepatan angin mencapai 63 hingga 118 km/jam. Siklon jenis ini menghasilkan hujan lebat dan angin kencang yang semakin meluas.
  3. Siklon tropis (hurricane/typhoon)
    Perubahan cuaca bisa dikategorikan sebagai siklon tropis apabila kecepatan angin melebihi 118 km/jam. Siklon jenis ini memiliki karakteristik berupa pusat tekanan yang rendah, angin berputar dengan sangat kencang, pembentukan awan tebal, dan intensitas hujan yang tinggi.

Mengapa Siklon Tropis Bisa Menyebabkan Kerusakan Hebat?

Siklon tropis menciptakan angin kencang dan hujan deras yang intens, mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan badai. Adanya angin kencang bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan, kendaraan, jembatan, dan material lainnya. Material yang hancur akan beterbangan di udara yang tentunya bisa melukai orang yang ada di sekitarnya.

Gelombang badai yang terjadi di laut juga bisa memberikan dampak besar apabila sudah mencapai daratan, seperti merusak bangunan di pesisir dan erosi. Berdasarkan sejarah yang telah terjadi, 90% siklon tropis menciptakan kerusakan yang hebat hingga bersifat mematikan. Perputaran udara yang kencang menghasilkan fenomena tornado.