periskop.id - Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) sebagai wujud komitmen global dalam memerangi korupsi. Praktik korupsi membawa dampak serius bagi sebuah negara, mulai dari terhambatnya pembangunan sosial dan ekonomi hingga ketidakstabilan pemerintahan. Bahkan, korupsi juga bisa mengganggu fondasi demokrasi, melemahkan penegakan hukum, dan menciptakan ketidakstabilan politik. Tindakan ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan yang pada akhirnya mengancam kestabilan ekonomi negara.
Bukan hanya berdampak pada ekonomi negara, tindakan korupsi juga bisa membuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah menurun. Berkurangnya kepercayaan ini akan merugikan pemerintah karena setiap kebijakan negara perlu adanya dukungan dari publik. Jika kepercayaan publik melemah, proses tata kelola pemerintah pun akan terhambat.
Oleh karena itu, peringatan HAKORDIA menjadi momen penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan dari korupsi, mendukung solusi pemberantasannya, dan mendorong transparansi dalam setiap kebijakan. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat bersinergi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.
Sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember berawal dari kesadaran PBB terkait dampak negatif yang ditimbulkan dari tindakan korupsi. Majelis PBB menilai praktik korupsi bisa menyebabkan kerugian sehingga perlu dirumuskan hukum internasional terkait korupsi untuk seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menegaskan dalam pidatonya pada 30 Oktober 2003 tentang besarnya dampak negatif dari korupsi terhadap masyarakat miskin.
Setelah itu, diadakan konvensi PBB yang bertujuan untuk menentang korupsi melalui United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) pada 31 Oktober 2003. 40 hari kemudian, PBB menandatangani sebuah Perjanjian Anti Korupsi di Merida, Meksiko pada 9 Desember 2003. Dari hasil penandatanganan tersebut, ditetapkanlah Hari Anti Korupsi Internasional setiap tanggal 9 Desember.
Penetapan HAKORDIA oleh PBB berhasil menyatukan pandangan banyak negara bahwa korupsi sebagai musuh bersama karena dampak negatif yang ditimbulkannya sekaligus komitmen dunia dalam memberantas korupsi. Dari pemerintah, swasta, hingga warga negara di seluruh dunia bersatu untuk melawan kejahatan tindakan korupsi. HAKORDIA menjadi momen penting bagi setiap negara untuk ikut berkontribusi memberantas korupsi sekaligus mendorong keterlibatan publik agar ikut mengimplementasikan dan melakukan langkah-langkah antikorupsi.
Makna Penting di Balik Peringatan HAKORDIA
Penetapan HAKORDIA menunjukkan pengakuan global terhadap pentingnya nilai-nilai tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas. Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan komitmen politik dalam membasmi korupsi.
Peringatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam memberantas dan memutus praktik korupsi. HAKORDIA mendorong setiap individu untuk memahami bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
HAKORDIA bukan hanya sebagai momen dalam merefleksikan perlawanan terhadap korupsi, tapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjunjung integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi merupakan tantangan berat bagi negara karena tindakan ini membawa kerugian terhadap perekonomian sekaligus melemahkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Tinggalkan Komentar
Komentar