Periskop.id - Tren cashless society atau masyarakat tanpa tunai di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang tumbuh pesat. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia, volume dan nilai transaksi masyarakat menggunakan uang elektronik terus mencatatkan rekor baru setiap tahunnya. 

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam perilaku konsumsi yang kini jauh lebih mengandalkan ujung jari dibandingkan fisik lembaran kertas.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2020, volume transaksi baru berada di angka 15,04 miliar transaksi dengan nilai Rp504,96 triliun. Angka ini melonjak tajam dalam kurun waktu lima tahun. 

Pada periode Januari hingga Oktober 2025 saja, nilai transaksi uang elektronik telah menembus angka Rp2.700,29 triliun dengan volume mencapai 25,89 miliar transaksi. Lonjakan ini membuktikan bahwa ekosistem digital di Indonesia sudah semakin matang dan dipercaya oleh masyarakat.

Volume dan transaksi uang elektronik di Indonesia tahun 2020-2025. Grafis dibuat oleh Periskop.

Gen Z dan Milenial Jadi Garda Terdepan

Sejalan dengan data Bank Indonesia, studi dari Visa bertajuk Consumer Payment Attitudes Study tahun 2023 memperkuat temuan mengenai gaya hidup nontunai ini. Studi tersebut mengungkapkan bahwa dua dari tiga atau sekitar 67% masyarakat Indonesia sudah bersiap untuk benar-benar meninggalkan uang tunai.

Menariknya, generasi muda menjadi kelompok yang paling antusias dalam perubahan ini. Dari kelompok masyarakat yang telah mencoba pembayaran nontunai, Gen Z menempati posisi teratas dengan tingkat adopsi mencapai 78%. Posisi ini diikuti oleh generasi Milenial sebesar 74% dan kalangan menengah ke atas atau affluent sebesar 73%.

Preferensi terkait penggunaan uang elektronik. Grafis dibuat oleh Periskop.

Kenyamanan dan keamanan menjadi dua faktor utama yang mendorong adopsi pembayaran digital di era smartphone ini. Kecepatan transaksi melalui dompet digital, kode QR (QRIS), hingga kartu kredit contactless memiliki daya tarik yang sangat besar. Kondisi tersebut memicu penurunan penggunaan uang tunai secara konsisten, dari 87% pada tahun 2021 menjadi 84% pada tahun 2022.

Dominasi QR dan Momentum Kartu Contactless

Saat ini, penggunaan dompet seluler dan pembayaran melalui QR telah melampaui penggunaan uang tunai dengan tingkat penggunaan mencapai 93%. Sementara itu, metode kartu kredit dan kartu debit konvensional berada di angka 80%.

Selain dompet digital, teknologi contactless atau fitur nirsentuh juga mulai mendapatkan momentum sejak pandemi COVID-19. Teknologi ini memungkinkan konsumen untuk cukup menempelkan atau men-tap kartu mereka pada mesin pembaca tanpa perlu memasukkan PIN untuk nominal tertentu. 

Studi Visa mencatat penggunaan kartu contactless paling banyak digunakan oleh segmen affluent (51%), diikuti oleh Gen Y (41%), dan Gen X (32%).

Sebagai informasi, Survei Visa Consumer Payment Attitudes ini dilakukan secara tahunan oleh CLEAR M&C Saatchi terhadap 1.000 konsumen di Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 65 tahun. 

Dengan melihat tren yang ada, masa depan perdagangan Indonesia diprediksi akan semakin terintegrasi dengan sistem perbankan digital, meninggalkan era uang tunai menuju efisiensi digital yang total.