periskop.id - Sebentar lagi pergantian tahun akan tiba. Euforia, rasa lega, dan harapan baru pun akan menghiasi suasana tahun baru. Kenyataannya, momen ini juga bisa menjadi pemicu stres hingga depresi yang berdampak pada kesehatan mental.

Bagi sebagian orang, menyambut tahun yang baru sekaligus meninggalkan tahun sebelumnya bisa memicu perasaan sedih. Perasaan tersebut bisa muncul karena kenangan masa lalu yang sulit dilepaskan atau target hidup yang belum tercapai sepanjang tahun lalu.

Penyebab Tahun Baru Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental

Melansir situs LifeMD, suasana tahun baru bisa memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental seseorang. Bagi sebagian orang, momen tahun baru bisa memberikan sebuah harapan dan optimisme di tahun berikutnya. Namun, bagi sebagian lainnya, justru perayaan tahun baru semakin mengingatkan dirinya pada target yang belum tercapai dan peluang yang terlewat.

Kondisi tersebut bisa memicu munculnya gelombang kecemasan. Momen liburan yang seharusnya dimanfaatkan untuk beristirahat sering dijadikan untuk mengevaluasi kondisi keuangan, hubungan, karier, hingga kehidupan pribadi secara mendalam. Mungkin hal itu bisa menjadi langkah positif untuk memperbaiki diri. Bagi beberapa orang, justru langkah ini bisa mengingatkan kembali pada kegagalan yang terjadi di tahun sebelumnya. Pada akhirnya, bisa memicu stres dan rasa cemas.

Di momen ini pula, akan banyak bermunculan unggahan di media sosial yang memperlihatkan perayaan dan pencapaian. Banyak orang membagikan momen bahagia dan kesuksesan yang dicapai sepanjang tahun lalu. Tanpa disadari, kita akan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Perbandingan diri inilah yang bisa membuat kondisi mental perlahan menurun dan suasana hati menjadi semakin tertekan.

Cara Mengatasi Kondisi Mental Tetap Stabil

Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah ini agar kondisi mental tetap stabil?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar tidak terus berlarut-larut dalam kondisi mental yang buruk.

1. Latih Mindfulness dan Meditasi

Minfulness adalah kemampuan untuk menyadari pikiran, emosi, dan sensasi tubuh pada saat ini secara penuh. Cara ini baik untuk kesehatan mental karena mendorong refleksi diri dan meningkatkan kesadaran diri.

Mindfulness bisa membantumu menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Lewat latihan ini, kamu juga belajar untuk lebih berempati dan menyayangi diri sendiri, terutama saat menyadari bahwa tidak semua target di tahun sebelumnya berhasil tercapai.

Cara ini bisa dilakukan dengan langkah sederhana, seperti menuliskan hal-hal yang harus disyukuri, meluangkan waktu untuk menikmati lingkungan sekitar, atau menulis jurnal yang membantu merapikan tujuan sekaligus menenangkan pikiran.

2. Berterima Kasih Kepada Diri Sendiri

Tahun baru bisa dimanfaatkan sebagai momen tepat untuk melakukan refleksi diri. Berterimakasihlah pada diri sendiri atas setiap pencapaian yang telah diraih, sekecil apa pun itu. Selanjutnya, barulah kamu bisa menilai hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusun langkah yang lebih baik untuk dijalani di tahun mendatang.

3. Buatlah Resolusi

Setelah memberi apresiasi pada diri sendiri, selanjutnya adalah menyusun resolusi. Tuliskan resolusi apa pun, baik itu yang berkaitan dengan perbaikan diri ataupun hal-hal yang bisa membantu menjaga kesehatan mental. Kamu tidak perlu memaksakan resolusi yang terlalu besar atau sulit dicapai, cukup tuliskan target yang realistis dan benar-benar memberi dampak positif bagi dirimu.

4. Fokus pada Diri Sendiri

Jangan membandingkan pencapaian orang lain dengan diri sendiri. Cukup fokus pada pengembangan dirimu saja. Hidup bukan sebuah kompetisi. Satu-satunya yang bisa mengapresiasi pencapaianmu adalah dirimu sendiri.

5. Lakukan Sebuah Aktivitas Baru

Cobalah memperlakukan malam tahun baru seperti malam-malam biasa. Lakukan aktivitas yang memang biasa kamu lakukan di malam hari dan tidak perlu memikirkan euforia perayaan tahun baru. Dengan begitu, perasaan stres dan kecemasan bisa lebih terkendali.