periskop.id - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi menyuntikkan tambahan modal sebesar Rp187,5 miliar kepada entitas anak usahanya, PT Era Sukses Abadi (ESA), guna memperkuat struktur permodalan kerja dan mendukung kapasitas operasional perusahaan.
"Disampaikan bahwa pada tanggal 23 Desember 2025, PT Era Sukses Abadi (ESA), salah satu Perusahaan Terkendali ERAA dengan kepemilikan langsung yang 99,998% dengan saham yang dimiliki, telah melakukan transaksi afiliasi dengan Perseroan, berupa penyertaan modal pada ESA," kata Kepala Bidang Hukum sekaligus Sekretaris Perusahaan ERAA, Amelia Allen, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/12).
Emiten ritel perangkat telekomunikasi ini melakukan injeksi modal melalui mekanisme pengambilan bagian saham baru. Erajaya menyerap sebanyak 187.500 lembar saham yang diterbitkan oleh ESA.
Nilai nominal untuk setiap lembar saham dipatok sebesar Rp1 juta. Dengan kalkulasi tersebut, total dana segar yang digelontorkan induk usaha mencapai angka Rp187,5 miliar.
Aksi korporasi ini berdampak langsung pada postur keuangan anak usaha. Modal dasar ESA tercatat naik signifikan dari posisi semula Rp500 miliar menjadi Rp663,5 miliar.
Peningkatan serupa terjadi pada pos modal ditempatkan dan disetor penuh. Angkanya terkerek naik dari sebelumnya Rp476 miliar menjadi Rp663,5 miliar setelah transaksi rampung.
Meski nilai suntikan modal terbilang jumbo, struktur kepemilikan saham dipastikan tidak berubah. ERAA tetap memegang kendali mutlak atas ESA dengan porsi kepemilikan 99,998 persen.
Amelia menjelaskan bahwa dana hasil penerbitan saham baru ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh ESA. Prioritas utamanya adalah mempertebal modal kerja untuk menunjang aktivitas bisnis harian.
ESA sendiri merupakan lini bisnis Erajaya yang bergerak di sektor properti. Perusahaan yang bermarkas di Jakarta Barat ini telah beroperasi di bawah payung grup Erajaya sejak tahun 2011.
Secara regulasi, penyertaan modal ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Hal ini dikarenakan adanya hubungan kepemilikan langsung yang kuat antara ERAA sebagai induk dan ESA sebagai anak usaha.
Manajemen perseroan menjamin seluruh prosedur transaksi telah mematuhi aturan pasar modal. Kewajiban pelaporan kepada regulator juga telah diselesaikan secara transparan.
Dari sisi finansial, suntikan dana ini dipastikan tidak mengganggu stabilitas keuangan konsolidasian perseroan. Sumber dana diambil dari kas internal sehingga profil risiko keuangan grup tetap terjaga.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak fleksibilitas finansial anak usaha. Erajaya berkomitmen terus memastikan setiap unit bisnisnya memiliki amunisi modal yang cukup untuk pertumbuhan jangka panjang.
Tinggalkan Komentar
Komentar