periskop.id - Dalam hubungan apa pun, rasa nyaman dan saling percaya seharusnya jadi fondasi utama. Namun, nggak semua hubungan berjalan sehat. Ada kalanya seseorang terlihat perhatian, peduli, bahkan posesif dengan alasan cinta, padahal di balik itu terselip perilaku manipulatif.
Sayangnya, manipulasi sering dilakukan secara halus, bikin korbannya nggak sadar kalau sedang dikendalikan secara emosional. Mengenali tanda-tanda perilaku manipulatif ini penting agar kamu bisa menjaga batasan, melindungi kesehatan mental, dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Apa Itu Perilaku Manipulatif?
Manipulasi adalah tindakan mengontrol atau memengaruhi seseorang demi keuntungan atau tujuan tertentu. Perilaku ini bisa muncul di mana saja, mulai dari hubungan romantis, pertemanan, lingkungan kerja, hingga dalam keluarga. Sering kali manipulasi dilakukan secara halus sehingga tidak langsung disadari oleh korbannya.
Pada dasarnya, hubungan antarmanusia dibangun untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Beda cerita dengan manipulator. Orang dengan perilaku manipulatif rela melakukan berbagai cara, bahkan yang nggak sehat, cuma demi keuntungan dirinya sendiri tanpa peduli dampaknya ke orang lain.
Tanda-Tanda Manipulatif
1. Selalu Menyalahkan
Orang yang manipulatif biasanya susah banget mengakui kesalahan. Setiap ada masalah, yang disalahkan selalu orang lain. Misalnya di kerja kelompok, tugas sudah dibagi dari awal, tapi sampai deadline dia belum juga beres.
Bukannya minta maaf, dia malah balik nyerang dengan bilang, “Kamu nggak jelasin dari awal sih. Kalau komunikasinya jelas, pasti tugasku sudah selesai.” Ujung-ujungnya, kamu yang merasa bersalah, padahal bukan salahmu.
2. Love Bombing
Love bombing adalah trik manipulatif dengan cara “ngegas” kasih sayang di awal. Pelakunya kasih perhatian berlebihan, pujian non-stop, hadiah mahal, atau kata-kata manis yang terasa too good to be true supaya fokus kamu cuma ke dia.
Padahal, semua itu cuma kedok. Tujuannya biar kamu cepat baper, lengah, dan akhirnya gampang dikendalikan. Setelah merasa kamu sudah “dipegang”, sikap aslinya mulai keluar. Bisa buat nguras uang, cari kepuasan pribadi, atau menuntut perhatian penuh sampai kamu pelan-pelan dijauhkan dari teman dan keluarga.
3. Gaslighting
Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang sering banget muncul di hubungan percintaan. Caranya dengan melempar kalimat-kalimat yang bikin korban jadi ragu sama pikiran, ingatan, dan perasaannya sendiri.
Pelaku bakal bikin seolah-olah semua masalah yang terjadi itu salah kamu. Mulai dari menyangkal kejadian, memutarbalikkan fakta, meremehkan perasaan kamu, sampai bilang kamu terlalu lebay atau sensitif. Nggak jarang juga, saat diajak ngobrol baik-baik, pelaku malah menghindar, ganti topik, atau menolak diskusi sama sekali.
Contohnya, ketika ketahuan selingkuh, bukannya ngaku salah, dia justru balik nyalahin pasangan dengan alasan kayak, “Aku jadi gini karena kamu nggak bisa ngerawat diri,” atau “Siapa yang betah sama cewek yang nggak bisa dandan?” Bahkan ada yang bilang, “Aku malu jalan sama kamu, penampilan kamu malu-maluin.”
Omongan kayak gini pelan-pelan bikin pasangan jadi insecure, nggak percaya diri, dan mulai nyalahin diri sendiri. Sampai akhirnya, korban malah menganggap perselingkuhan itu wajar dan merasa semua terjadi karena kekurangannya sendiri.
4. Child Grooming
Child grooming adalah bentuk manipulasi yang dilakukan orang dewasa ke anak-anak atau remaja. Pelaku pelan-pelan memengaruhi cara berpikir korban sampai akhirnya anak nurut sama keinginannya.
Biasanya, pelaku bakal sok jadi orang yang paling ngerti perasaan si anak. Dari situ muncul rasa dekat dan percaya. Korban pun merasa sedang ada di hubungan yang aman, nyaman, dan bikin tenang, padahal sebenarnya itu jebakan.
Karena prosesnya halus, korban sering nggak sadar kalau sedang dimanipulasi. Nah, saat anak sudah benar-benar terikat dan bergantung, barulah pelaku menunjukkan niat aslinya yang umumnya mengarah ke eksploitasi atau pelecehan seksual.
5. Guilt Tripping
Guilt tripping adalah cara manipulasi dengan bikin pasangan merasa bersalah, padahal sebenarnya kamu nggak salah apa-apa. Pelaku sering pakai kalimat tekanan emosional kayak, “Kalau kamu beneran sayang, pasti mau ngelakuin ini buat aku.”
Pelan-pelan, kamu dibuat merasa nggak cukup baik, nggak peduli, atau seolah-olah selalu kurang. Tujuannya biar kamu nurut dan mengorbankan keinginan sendiri demi dia.
6. Terlalu Mengontrol
Pasangan yang manipulatif sering berusaha ngatur hidup kamu secara berlebihan. Mulai dari cara berpakaian, siapa saja teman kamu, sampai gimana kamu ngisi waktu luang.
Biasanya semua dibungkus dengan alasan yang kelihatan masuk akal kayak, “Aku cuma peduli” atau “Aku khawatir sama kamu”. Padahal, di balik itu ada keinginan buat mengontrol dan ngatur hidup kamu sesuai maunya dia.
7. Membuat Pasangan Merasa Nggak Bisa Hidup Tanpa Mereka
Pelaku manipulatif bakal berusaha bikin kamu ngerasa kalau hidupmu bakal berantakan tanpa dia. Mereka menanamkan pikiran bahwa kamu nggak akan bahagia atau berhasil kalau nggak ada dirinya.
Biasanya lewat kalimat kayak, “Cuma aku yang bisa bikin kamu bahagia,” atau “Tanpa aku, hidup kamu bakal hancur.” Lama-lama, kamu jadi bergantung secara emosional dan takut kehilangan, padahal sebenarnya kamu tetap bisa hidup dan berkembang tanpa dikontrol siapa pun.
Tinggalkan Komentar
Komentar