periskop.id - Akhir-akhir ini, linimasa media sosial ramai oleh video viral yang menampilkan seorang pedagang es gabus bernama Suderajat yang berhadapan dengan dua aparat penegak hukum, yaitu anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, dan seorang anggota TNI bernama Heri. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak menginterogasi Suderajat terkait barang dagangan yang ia jual.
Kedua aparat itu mencurigai es gabus milik Suderajat mengandung bahan spons. Bahkan, jajanan tersebut sempat dibakar untuk membuktikan kecurigaannya. Tapi, hasilnya justru menunjukkan es gabus tersebut meleleh saat dibakar. Peristiwa ini diduga terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Dampak dari kejadian itu, membuat Suderajat mengalami trauma hingga terpaksa harus berhenti berjualan untuk sementara waktu.
Kronologi Lengkap
Pada Sabtu siang, Suderajat tengah menjajakan dagangannya di sekitar lingkungan sekolah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu, ia didatangi lima orang yang mencurigai barang dagangan yang ia jual. Menurut pengakuan Suderajat, kelima orang tersebut awalnya membeli es gabus, lalu meremasnya sambil menuduh jajanan tersebut mengandung racun.
Mereka juga menuding es gabus itu terbuat dari bahan spons karena teksturnya dianggap menyerupai kapas. Es gabus tersebut bahkan dilempar ke arah wajah Suderajat. Padahal, ia telah menjelaskan bahwa bahan es gabus yang dijualnya bukan berasal dari spons, melainkan dibeli langsung dari pabrik di Depok.
Suderajat mengungkapkan, barang dagangannya juga sempat ditendang dan dirinya mengalami pemukulan. Akibat kejadian tersebut, sekitar 150 es gabus miliknya rusak. Insiden itu berdampak serius pada kondisi psikologis Suderajat hingga ia terpaksa menghentikan aktivitas berjualannya.
Fakta yang Sebenarnya Terjadi
Insiden ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya penjualan jajanan tradisional berbahan dasar spons. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat segera merespons dengan melakukan penyelidikan terhadap barang dagangan milik Suderajat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kemudian mengamankan sampel dagangan Suderajat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil uji terhadap sampel es kue, es gabus, dan agar-agar oleh Tim Keamanan Pangan serta Laboratorium Forensik Polri menunjukkan tidak ditemukan kandungan spons dalam bahan makanan tersebut.
Pemeriksaan juga dilanjutkan dengan penelusuran langsung ke pabrik pembuat es gabus di Depok. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dipastikan bahwa tidak ada penggunaan bahan spons dalam proses produksinya. Setelah dinyatakan aman, Suderajat dipulangkan dan menerima penggantian atas barang dagangannya yang sebelumnya sempat diamankan.
Permintaan Maaf
Aparat TNI dan Polri Kemayoran pun menyampaikan permintaan maaf atas sikap pengambilan keputusan yang tidak berdasar tersebut. Mereka mengakui telah mengambil kesimpulan yang sangat cepat tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.
Aparat mengakui kalau tindakan tersebut diambil karena berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya penggunaan bahan spons pada jajanan es gabus. Aparat pun berjanji akan lebih berhati-hati dan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan.
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial.” ucap Aiptu Ikhwan Mulyadi.
Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Es Gabus
Jajanan es gabus telah dikenal luas di Indonesia sejak era 1970-an. Meski demikian, asal-usulnya belum dapat dipastikan secara jelas. Sejumlah sumber menyebut es gabus berasal dari Yogyakarta, sementara lainnya meyakini jajanan ini berasal dari Pontianak.
Es gabus dibuat dari tepung hunkwe yang berasal dari sari kacang hijau. Dalam proses pembuatannya, tepung hunkwe dimasak bersama air hingga mengental dan membentuk gelatin. Setelah didinginkan, adonan tersebut akan menghasilkan tekstur yang padat, lembut, kenyal, dan berpori. Tekstur inilah yang kemudian dinamakan es gabus.
Secara tampilan, es gabus umumnya dibentuk memanjang seperti balok lalu dipotong kecil-kecil. Warnanya pun beragam, mulai dari kuning, hijau, biru, cokelat, hingga merah muda, tergantung pada pewarna makanan yang digunakan. Dalam penyajiannya, es gabus biasanya dibungkus menggunakan plastik kecil tanpa tusuk.
Tinggalkan Komentar
Komentar