periskop.id - Rapat Paripurna ke-12 masa sidang III tahun 2025-2026 secara resmi menetapkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Pelantikan tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026.
Sari Yuliati diajukan oleh Fraksi Partai Golkar untuk menggantikan Adies Kadir yang mengundurkan diri dari jabatannya. Pada hari yang sama, Adies Kadir juga telah disetujui sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Arief Hidayat yang akan memasuki masa pensiun pada 5 Februari 2026.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Sari Yuliati yang kini dipercaya mengisi kursi Wakil Ketua DPR RI tersebut?
Profil Sari Yuliati
Sari Yuliati lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976. Seluruh pendidikan dasarnya ditempuh di Jakarta. Ia mengawali sekolah di SDN 3 Pagi Duren Sawit, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Duren Sawit. Pendidikan menengah atas diselesaikannya di SMAN 81 Labschool Rawamangun, Jakarta, dan lulus pada tahun 1994.
Setelah itu, Sari Yuliati melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Teknik Sipil di Universitas Trisakti. Tak berhenti di jenjang sarjana, ia kembali melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia pada 2003, juga di bidang Teknik Sipil.
Menariknya, Sari Yuliati tidak hanya fokus pada bidang teknik. Sejak 2020, ia juga menempuh pendidikan Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan berhasil menyelesaikannya pada 2025. Saat ini, Sari Yuliati masih terus mengembangkan pendidikannya dengan menjalani studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran (Unpad).
Sari Yuliati menikah dengan Arie Wiryawan, anak keempat dari Harun Al Rasyid. Harun Al Rasyid merupakan tokoh pemerintahan yang pernah menjabat sebagai Gubernur NTB periode 1998-2003, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan periode 1989-1993, serta anggota DPR RI periode 2009-2014.
Rekam Jejak
Sebelum melangkah ke Senayan, Sari Yuliati sudah lebih dulu aktif dan dipercaya mengisi berbagai posisi strategis di Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar, Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, hingga Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II, Sari Yuliati juga mendapat kepercayaan memimpin sejumlah peran penting di tingkat wilayah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah DPP Partai Golkar Provinsi NTB, sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Golkar untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT.
Di parlemen, Sari Yuliati tercatat sebagai anggota Komisi III DPR RI pada periode 2019-2024. Pada periode berikutnya, yakni 2024-2029, ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Dalam susunan pimpinan komisi tersebut, Sari Yuliati menjadi satu-satunya legislator perempuan di antara empat pimpinan lainnya yang seluruhnya laki-laki.
Harta Kekayaan
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sari Yuliati terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 15 Juli 2024.
- Tanah dan bangunan senilai sekitar Rp47 miliar yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor.
- Dua unit kendaraan, yakni Mercedes Benz GLE250D (2016) dan Toyota Fortuner 4VRZ (2019), yang diklaim sebagai hasil sendiri dengan nilai masing-masing Rp300 miliar.
- Kas dan setara kas sebesar Rp7,7 miliar.
- Harta lainnya tanpa keterangan senilai Rp56 miliar.
- Dalam laporan e-LHKPN KPK, Sari Yuliati tidak memiliki harta bergerak maupun surat berharga.
- Utang yang dilaporkan relatif terbatas, yakni sekitar Rp576 juta.
- Total kekayaan Sari Yuliati tercatat sebesar Rp55.661.774.154 atau sekitar Rp55,6 miliar.
- Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan laporan tahun 2022 yang mencapai sekitar Rp61 miliar.
Tinggalkan Komentar
Komentar