periskop.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan, kendala utama yang menghambat kinerja lembaga antirasuah saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kondisi peralatan tidak canggih. Ia menekankan, dukungan anggaran untuk memperbarui peralatan sangat krusial agar penindakan, khususnya Operasi Tangkap Tangan (OTT), dapat dilakukan secara lebih masif.
"Bahwa selain tentang sumber daya manusia yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih. Supaya OTT tidak hanya satu sebulan gitu," kata Fitroh dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Rabu (28/1).
Fitroh menilai, peralatan penyidik KPK saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menunjang kerja-kerja pemberantasan korupsi yang masif.
“Kurang canggih Pak, kurang canggih. Jadi ini sudah tidak update lagi. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar untuk beli alat, kadangkala OTT lebih masif,” tegas dia.
Selain persoalan alat, Fitroh juga menyoroti krisis jumlah personel, terutama pada bagian penyelidikan. Keterbatasan ini seringkali memaksa tim yang sedang menangani pengembangan perkara (case building) untuk dialihkan secara mendadak ketika terjadi OTT.
Pengalihan tim dilakukan karena adanya batasan waktu penahanan yang terus berjalan saat OTT.
"Penyelidiknya sangat kurang. Apalagi misalnya kita lagi ada satu tim sedang menangani perkara case building yang sudah ini, tiba-tiba ada OTT. Nah sementara OTT kita dibatasi waktu karena penahanan ini berjalan argo waktunya berjalan. Akhirnya tim ini kemudian fokus ke OTT," jelas Fitroh.
Hal tersebut yang menjadi kendala utama bagi KPK untuk membentuk tim khusus untuk fokus memisahkan antara penanganan kasus tangkap tangan dengan pengembangan perkara jangka panjang.
Kekurangan SDM ini juga berdampak pada ketidaksesuaian jumlah perkara yang berjalan dengan jumlah eksekusi yang dilakukan dalam tahun yang sama.
Fitroh pun berharap adanya dukungan nyata dari Komisi III DPR untuk memodernisasi perangkat kerja lembaga tersebut. Dengan alat yang canggih, kerja SDM pun terbantu.
“Mudah-mudahan alat KPK yang sudah tidak canggih dibikin canggih supaya lebih banyak OTT," pungkas Fitroh.
Tinggalkan Komentar
Komentar