periskop.id - Siapa yang tidak suka bersantai saat akhir pekan datang? Apalagi setelah sepekan penuh disibukkan dengan tugas dan pekerjaan yang menumpuk. Tak sedikit orang yang memilih “balas dendam” dengan tidur lebih lama saat weekend.
Kabar baiknya, kebiasaan ini ternyata tidak sepenuhnya buruk karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur ekstra di akhir pekan masih tergolong aman dan bahkan bisa memberikan manfaat bagi tubuh.
Tidur Akhir Pekan dan Risiko Kematian Dini
Berdasarkan riset yang dikutip dari ScienceAlert menyebutkan bahwa tidur lebih lama di akhir pekan dapat membantu menurunkan risiko kematian dini, terutama bagi orang dewasa yang kurang tidur selama hari kerja. Temuan ini muncul dari studi jangka panjang yang melibatkan puluhan ribu orang dewasa.
Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa mereka yang tidur sangat singkat di hari kerja, tetapi kemudian “menebus” kekurangan tidur dengan tidur lebih lama saat akhir pekan, memiliki risiko kematian yang hampir sama dengan orang yang tidur cukup setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa catch-up sleep dapat membantu mengurangi dampak buruk dari kurang tidur.
Temuan Ini Didukung Penelitian Jangka Panjang
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stress Research Institute, Stockholm University, menemukan bahwa tidur lebih lama di akhir pekan dapat membantu menurunkan risiko kematian dini, khususnya pada orang dewasa yang sering kurang tidur selama hari kerja. Studi ini melibatkan lebih dari 40.000 orang dewasa di Swedia yang dipantau selama sekitar 13 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidur sangat singkat (≤5 jam per malam) pada hari kerja memiliki risiko kematian dini lebih tinggi. Namun, risiko tersebut tidak ditemukan pada mereka yang menebus kekurangan tidur dengan tidur lebih lama di akhir pekan. Kelompok ini memiliki risiko kematian yang hampir sama dengan orang yang tidur cukup secara konsisten setiap hari.
Sejalan dengan temuan tersebut, jika dilansir dari media sains ScienceDaily. Sebuah riset besar yang melibatkan lebih dari 90.000 orang menunjukkan bahwa tidur lebih panjang di akhir pekan (weekend sleep-in) dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga sekitar 20% dibandingkan mereka yang tidak tidur ekstra di akhir pekan.
Para peneliti mengamati data tidur selama hampir 14 tahun dan mengelompokkan peserta berdasarkan seberapa banyak tidur tambahan yang mereka lakukan di akhir pekan. Hasilnya, mereka yang “menebus” kurang tidur dengan tidur ekstra saat weekend memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Temuan ini terutama kuat pada mereka yang sering kekurangan tidur di hari kerja.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski hasilnya terdengar menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bersifat observasional. Artinya, penelitian tersebut belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara tidur lebih lama di akhir pekan dan penurunan risiko kematian atau penyakit jantung.
Dengan kata lain, tidur lebih lama di akhir pekan bukan berarti sepenuhnya dapat menggantikan kebiasaan tidur yang buruk selama hari kerja. Tidur cukup dan teratur setiap malam tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Tinggalkan Komentar
Komentar