periskop.id - Saat Ramadan tiba, sahur menjadi rutinitas penting sebelum azan Subuh berkumandang. Waktu makan di dini hari ini dimanfaatkan untuk mengisi energi agar kuat berpuasa hingga magrib. Namun, dalam praktiknya, ada saja yang terlewat karena bangun kesiangan atau tubuh terlalu lelah. Kondisi inilah yang sering memunculkan pertanyaan: Tidak sahur apakah boleh puasa? Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Apakah Sah Puasa Jika Tidak Sahur?
Puasa tetap sah selama kamu sudah berniat sejak malam hari sebelum waktu Subuh. Jadi, meskipun tidak sempat sahur karena ketiduran atau alasan lain, puasanya tetap dianggap sah. Dalam Islam, sahur memang sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan, tetapi sahur bukan rukun atau syarat wajib puasa.
Artinya, puasa tanpa sahur tetap diperbolehkan selama niat sudah dilakukan dengan benar. Namun, walaupun sah secara hukum, melewatkan sahur sebaiknya tidak dibiasakan.
Syarat sah puasa Ramadan adalah:
- Niat sebelum terbit fajar.
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan lainnya) sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Selama dua hal ini terpenuhi, maka puasa tetap sah walaupun seseorang tidak sempat sahur karena ketiduran atau sebab lainnya.
Dalil Al-Qur’an tentang Waktu Puasa
Dalam ajaran Islam, sahur bukan termasuk syarat sah puasa, melainkan amalan sunah yang sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad bin Hanbal)
Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa puasa tanpa sahur tetap diperbolehkan dan sah, tetapi sangat disayangkan jika sengaja meninggalkannya karena sahur membawa banyak keberkahan dan manfaat.
Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:
“Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.”
Ayat ini menjelaskan batas waktu makan sebelum puasa dimulai, yaitu sampai terbit fajar. Namun, tidak ada keterangan bahwa sahur merupakan syarat wajib puasa. Artinya, selama seseorang sudah berniat dan mulai menahan diri sejak fajar hingga magrib, puasanya tetap sah meskipun tidak sempat sahur.
Pendapat Ulama tentang Puasa Tanpa Sahur
Sebagian besar ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur tetap boleh dan sah. Meski begitu, mereka tetap sangat menganjurkan sahur karena banyak manfaat dan keberkahan di dalamnya. Berikut pendapat para ulama.
1. Mazhab Syafi’i dan Hanbali
Menurut Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hanbali, sahur hukumnya sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Jadi, kalau seseorang tidak sahur, puasanya tetap sah. Hanya saja, ia melewatkan keberkahan yang sudah dijanjikan dalam hadis.
2. Mazhab Maliki
Menurut Mazhab Maliki, sahur bukan syarat sah puasa, tetapi tetap dianjurkan. Para ulama Maliki menjelaskan bahwa sahur punya hikmah besar, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh selama menahan lapar dan haus.
3. Mazhab Hanafi
Dalam pandangan Mazhab Hanafi, puasa tanpa sahur juga tetap diperbolehkan. Abu Hanifah menekankan bahwa sahur membantu menjaga stamina dan memudahkan seseorang menjalani puasa dengan lebih kuat.
4. Pendapat Ulama Kontemporer
Ulama masa kini seperti Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga menegaskan bahwa puasa tanpa sahur tetap sah. Namun, beliau mengingatkan bahwa sahur sebaiknya tidak ditinggalkan karena merupakan sunah yang penuh keberkahan dan membantu menjaga kondisi fisik saat berpuasa.
Bahayanya Puasa Tanpa Sahur
1. Mudah Lelah
Puasa tanpa sahun bisa menyebabkan mudah lelah karena tidak mendapatkan asupan yang cukup untuk tubuh sehingga bisa mengakibatkan tubuh cepat lelah dan kekurangan energi yang cukup untuk beraktivitas.
2. Dehidrasi
Tidak sahur membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan. Padahal, sahur membantu memenuhi kebutuhan air agar puasa tetap lancar dan tubuh tidak lemas.
3. Asam Lambung Naik
Perut kosong terlalu lama bisa memicu produksi asam lambung berlebih, yang berisiko menyebabkan maag atau GERD.
4. Sembelit
Kurangnya asupan makanan saat sahur bisa memperlambat pencernaan dan meningkatkan risiko konstipasi.
5. Pusing dan Sulit Fokus
Saat lapar, tubuh bekerja lebih keras mengambil energi cadangan. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing dan menurunkan konsentrasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar