periskop.id - Sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh sarat dengan makna filosofis dan penghormatan terhadap leluhur. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa tindakan kita pada hari ini menjadi cerminan kehidupan kita di bulan-bulan mendatang. Maka dari itu, menjaga perilaku dan mematuhi pantangan tertentu menjadi bagian penting dalam merayakan tradisi ini. Mulai dari urusan finansial hingga etika di meja makan, berikut adalah 10 pantangan Cap Go Meh yang wajib kita ketahui untuk menjaga keseimbangan energi dan mendatangkan keberkahan sepanjang tahun.

1. Jangan Mengonsumsi Bubur

Meski bubur adalah sarapan yang nyaman, sebaiknya hindari menu ini saat Cap Go Meh. Secara tradisional, bubur dianggap sebagai simbol keterbatasan finansial atau kemiskinan. Teksturnya yang encer melambangkan masa sulit di mana orang harus mencampur beras dengan banyak air agar cukup dimakan banyak orang. Mengonsumsi bubur di hari penting ini dipercaya dapat menghalangi datangnya rezeki besar atau membuat kondisi keuanganmu cenderung encer atau tidak stabil sepanjang tahun.

2. Larangan Bertengkar atau Berkata Kasar

Cap Go Meh adalah momen untuk mempererat keharmonisan. Sangat dilarang memicu pertengkaran, marah-marah, apalagi mengucapkan kata-kata kasar. Masyarakat percaya bahwa emosi yang kita keluarkan pada hari ini akan menetapkan suasana untuk sisa tahun tersebut. Jika kita memulai hari dengan amarah, dikhawatirkan sepanjang tahun hubungan kita dengan orang sekitar akan penuh konflik. Tetaplah bersikap sabar, bicara lembut, dan sebarkan kebahagiaan agar tahun baru dipenuhi dengan kedamaian dan keberkahan.

3. Jangan Meminjam atau Meminjamkan Uang

Urusan finansial sangat sensitif saat perayaan besar. Meminjam atau meminjamkan uang pada hari Cap Go Meh dianggap sebagai pertanda buruk bagi arus kas kita. Tindakan ini dipercaya bisa membuat seseorang terjebak dalam siklus utang atau mengalami kebocoran rezeki sepanjang tahun. Dengan menghindari transaksi utang pada hari ini, kita dianggap sedang membangun fondasi keuangan yang mandiri dan kuat, sehingga keberuntungan finansial tetap terjaga tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.

4. Hati-hati, Jangan Memecahkan Barang

Menjatuhkan piring, gelas, atau benda pecah belah lainnya adalah hal yang sangat dihindari. Kejadian ini dianggap sebagai simbol kehancuran, perpecahan keluarga, atau nasib buruk yang akan menimpa. Namun, jika kecelakaan ini terjadi secara tidak sengaja, segera ucapkan kalimat "Sui Sui Ping An" yang berarti "Semoga kedamaian menyertai setiap tahun". Ucapan positif ini berfungsi sebagai doa penangkal untuk mengubah energi negatif dari pecahan barang tersebut menjadi harapan keselamatan bagi seluruh anggota keluarga.

5. Hindari Pakaian Hitam dan Putih

Dalam budaya Tionghoa, pilihan warna pakaian bukan sekadar urusan fashion. Warna hitam dan putih sangat dihindari saat Cap Go Meh karena identik dengan suasana duka, kematian, atau pemakaman. Mengenakan warna ini dianggap bisa mengundang energi negatif dan ketidakberuntungan. Sebagai gantinya, pilihlah pakaian berwarna merah atau emas yang melambangkan kegembiraan, semangat baru, dan kemakmuran agar aura positifmu terpancar maksimal sepanjang hari perayaan.

6. Pantang Meninggalkan Meja Makan Terlalu Cepat

Makan bersama saat Cap Go Meh adalah simbol persatuan dan keutuhan keluarga. Meninggalkan meja makan sebelum seluruh anggota keluarga selesai menikmati hidangan dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan dan bisa merusak keharmonisan. Tradisi ini mengajarkan kita untuk menghargai momen kebersamaan. Meninggalkan meja lebih awal secara simbolis diartikan sebagai perpecahan atau hubungan yang merenggang. Jadi, duduklah lebih lama, nikmati obrolan, dan pastikan kebersamaan terjaga hingga hidangan terakhir benar-benar selesai dinikmati.

7. Tunda Dulu Potong Rambut atau Kuku

Selain itu, terdapat pula anjuran untuk tidak memangkas rambut maupun memotong kuku selama perayaan Cap Go Meh. Tindakan tersebut diyakini dapat mendatangkan nasib kurang baik atau mengusik keharmonisan energi dalam diri seseorang. Karena itu, sebagian masyarakat Tionghoa memilih menunda perawatan diri semacam ini hingga rangkaian perayaan usai, sebagai wujud menjaga nilai-nilai tradisi yang diwariskan leluhur.

8. Pantang Membersihkan Rumah di Malam Hari

Kebersihan memang penting, tapi khusus pada malam Cap Go Meh, simpan dulu sapu dan alat pel Anda. Menyapu atau membuang sampah di malam hari dipercaya dapat "membuang" keberuntungan yang sudah terkumpul sejak awal Imlek. Filosofinya, rezeki yang telah masuk ke rumah seharusnya dijaga dan menetap, bukan justru disingkirkan keluar. Sebaiknya, selesaikan urusan bersih-bersih rumah sebelum matahari terbenam agar hoki Anda tetap tersimpan dengan aman di dalam rumah.

9. Hindari Mencuci Pakaian

Mencuci pakaian saat hari raya dipercaya dapat menghanyutkan keberuntungan dan berkah yang telah didapatkan. Air yang mengalir deras saat mencuci diibaratkan sebagai rezeki yang mengalir keluar begitu saja dari rumah. Selain itu, menunda pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk benar-benar beristirahat dan menikmati hari raya tanpa beban pekerjaan. 

10. Jangan Menyulut Petasan Saat Sembahyang

Meskipun petasan identik dengan kemeriahan untuk mengusir roh jahat, ada aturan waktu yang ketat. Saat sedang melakukan ritual sembahyang atau berada di area kelenteng, menyulut petasan atau membuat kebisingan yang berlebihan sangat tidak dianjurkan. Hal ini dianggap tidak sopan dan dapat mengganggu kekhusyukan ibadah serta ketenteraman para leluhur. Hormatilah suasana sakral saat berdoa agar permohonan keselamatan dan kesehatan yang Anda panjatkan dapat diterima dengan baik tanpa ada gangguan energi negatif.