periskop.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) menyetujui pembagian dividen tunai senilai US$70 juta dari laba bersih tahun buku 2025. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI) per 9 Juni 2026 sebesar Rp18.171 per dolar AS, nilai itu setara Rp486,13 untuk setiap lembar saham.

Dividen tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada 26 Juni 2026 sebagai recording date. Merespons keputusan ini, saham BSSR ditutup menguat 6,19% ke Rp4.290 pada penutupan perdagangan Senin (15/6), sekaligus mencatat kenaikan 10,57% dalam sepekan terakhir.

Advertisement

"Kita memastikan kondisi keuangan perusahaan selalu aman setelah dibagikannya dividen tersebut," ujar Direktur Utama BSSR Widada dalam konferensi pers hasil RUPST di Jakarta, Senin (15/6).

Dari sisi kinerja, BSSR membukukan laba bersih US$83,98 juta sepanjang 2025, turun dibanding US$131,55 juta yang dibukukan pada 2024. Dengan besaran dividen US$70 juta itu, dividend payout ratio (DPR) untuk tahun buku 2025 tercatat sekitar 63,83%.

RUPST juga menyetujui sejumlah perubahan di jajaran pengurus perseroan. Dari sisi dewan komisaris, Jinendra Vardhaman Patil dan Jeong Woo Yoo mengundurkan diri selaku Komisaris Perseroan, efektif sejak penutupan rapat.

Posisi yang ditinggalkan Jinendra diisi oleh Anjali Pandey, sementara Seok Chul Sohn diangkat sebagai Komisaris Perseroan untuk meneruskan sisa masa jabatan hingga RUPST Tahun Buku 2026 yang akan digelar pada 2027.

Perombakan serupa terjadi di jajaran direksi. Kamlesh Kumar mengundurkan diri dari posisi Wakil Direktur Utama dan digantikan oleh Rajesh Daga. Sangwon Lee selaku Direktur Perseroan juga mundur, dengan Dongho Lee ditunjuk mengisi jabatan tersebut.

Usai RUPST, susunan direksi BSSR terdiri dari Widada sebagai Direktur Utama, Rajesh Daga sebagai Wakil Direktur Utama, serta Deden Ramdhan, Arun Viswanathan, Dongho Lee, Wong Liong Tje, dan Fareza Deshandi sebagai Direktur.

Untuk dewan komisaris, Badrodin Haiti menjabat Komisaris Utama, didampingi Sanjeev Churiwala sebagai Wakil Komisaris Utama. Anggota komisaris lainnya yakni Adikin Basirun, Anjali Pandey, dan Seok Chul Sohn, serta tiga Komisaris Independen yakni Irwandy Arif, RR. Assistia Semiawan, dan Paul Tambunan.

Penurunan laba bersih BSSR dari US$131,55 juta pada 2024 menjadi US$83,98 juta di 2025 mencerminkan tekanan yang dihadapi perseroan dalam periode tersebut. Meski demikian, Widada menegaskan perusahaan tetap mampu menjaga kesehatan keuangan pascapembagian dividen.