Periskop.id - Hidup hingga usia lanjut idealnya diiringi dengan kualitas hidup yang tetap prima. Namun, realitas saat ini justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Populasi dunia yang makin menua kini harus menghabiskan sisa tahun tambahan mereka dalam kondisi kesehatan yang kurang baik.

Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) bertajuk The Longevity Dividend: The Business Case for Linking Health and Wealth edisi Juni 2026, fenomena ini memicu beban baru dari segi biaya medis maupun produktivitas.

Pada 2040 mendatang, jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun di seluruh dunia diproyeksikan bakal melompat sekitar 53% dibandingkan posisi pada 2025. Angka pertumbuhan tersebut jauh melampaui populasi usia kerja yang diperkirakan hanya tumbuh tipis sekitar 13%.

Sistem pensiun, layanan kesehatan, dan struktur ketenagakerjaan yang dirancang menggunakan pola demografi abad ke-20 pun dinilai sudah tidak lagi relevan. Skema lama tersebut dinilai perlu segera ditata ulang agar sanggup menopang struktur populasi baru yang kini didominasi oleh kelompok usia senior.

Ancaman kerugian ekonomi dari fenomena ini merayap perlahan tetapi berdampak masif. Setiap satu tahun tambahan hidup dalam kondisi sakit berarti menambah beban biaya medis, memicu keluarnya pekerja dari angkatan kerja secara mendadak, meningkatkan tekanan finansial, hingga memangkas nilai produktivitas secara keseluruhan. Beban ini harus ditanggung bersama oleh individu, keluarga, perusahaan, hingga kas negara.

Kondisi tersebut diperparah oleh menyusutnya populasi usia muda yang selama sejarah modern berperan sebagai penyangga ekonomi untuk menopang kelompok usia tua.

Indonesia Masuk Jajaran Atas Laju Pertumbuhan Lansia

Negara-negara berkembang tercatat mengalami lonjakan populasi lansia yang jauh lebih pesat dibandingkan negara-negara maju.

Indonesia sendiri berada di urutan keenam dunia dengan proyeksi kenaikan populasi lansia mencapai 75% pada periode 2025 hingga 2040. Angka ini jauh berada di atas rata-rata pertumbuhan lansia secara global yang tercatat sebesar 53%.

Tingginya angka pertumbuhan lansia di Indonesia menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk segera membenahi fasilitas kesehatan serta perlindungan finansial bagi kelompok usia lanjut.

Untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai peta pergeseran demografi global, berikut adalah rincian data proyeksi kenaikan populasi lansia usia 65 tahun ke atas di berbagai negara pada kurun waktu 2025 hingga 2040 berdasarkan laporan WEF:

PeringkatNegaraProyeksi Kenaikan Populasi Lansia (2025–2040)
1Arab Saudi115%
2Uni Emirat Arab80%
3Malaysia78%
4Vietnam77%
5Kolombia77%
6Indonesia75%
7Meksiko74%
8China69%
9India68%
10Singapura59%
11Brasil59%
12Nigeria58%
13Korea Selatan58%
14Thailand55%
15Kanada32%
16Belanda28%
17Amerika Serikat28%
18Inggris26%
19Prancis22%
20Kroasia7%
21Jepang7%
-Rata-rata Dunia53%