Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan tempat berkumpul khusus bagi warga lanjut usia sebagai ruang berinteraksi, belajar, dan mempertahankan aktivitas sosial. Rencana itu dinilai semakin penting karena jumlah lansia di Jakarta telah mencapai sekitar 1,16 juta orang atau 10,6% dari total penduduk.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pertemuan antarlansia dapat membantu warga senior tetap percaya diri, merasa dibutuhkan, serta menjalani kehidupan yang lebih aktif.

“Memang pertemuan-pertemuan yang seperti itu membuat umur panjang, membuat merasa dirinya bermanfaat dan produktif,” jelas Pramono saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).

Pemprov DKI sebelumnya telah menyiapkan lokasi untuk kegiatan para lansia. Namun, tempat tersebut kemudian dialihkan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat sehingga pemerintah daerah perlu mencari lokasi pengganti.

Pramono belum mengungkap tempat maupun jadwal pembangunan fasilitas baru tersebut. Pemerintah akan lebih dahulu menentukan lokasi yang mudah dijangkau dan dapat mendukung kegiatan sosial para lansia.

Penduduk Lansia Harus Masuk Perencanaan Kota

Pramono menilai besarnya populasi warga lanjut usia harus menjadi pertimbangan dalam perencanaan Jakarta menuju kota global. Pembangunan, menurut dia, tidak cukup hanya menghadirkan jalan, gedung, dan transportasi, tetapi juga perlu memastikan kelompok lansia memperoleh perlindungan, layanan kesehatan, serta ruang untuk berinteraksi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Ancol diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari Forum Komunikasi Lanjut Usia di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Pemprov DKI menyebut saat ini terdapat 1,16 juta lansia atau sekitar 10,6% dari penduduk ibu kota.

Perhatian terhadap interaksi sosial dinilai penting karena kesepian menjadi salah satu persoalan yang kerap dialami kelompok usia lanjut.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji sebelumnya mengingatkan bahwa program untuk lansia tidak seharusnya hanya berfokus pada bantuan material.

"Salah satu tantangan lansia itu kesepian, maka, berbagai program kita laksanakan untuk menunjang mereka. Hidup hanya sekali, jangan sampai menua tanpa arti," katanya saat memperingati Hari Lanjut Usia Nasional 2025 di Jakarta.

Untuk itu, Pramono meminta pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat ikut membangun lingkungan yang membuat lansia tetap memiliki harapan.

"Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup," ujarnya.

Sebanyak 168.497 Lansia Terima KLJ

Selain merencanakan ruang pertemuan, Pemprov DKI melanjutkan penyaluran Kartu Lansia Jakarta atau KLJ bagi warga senior dari keluarga kurang mampu.

Hingga Juni 2026, sebanyak 168.497 orang telah menerima program tersebut. Angka itu setara sekitar 14,5 persen dari total 1,16 juta lansia di Jakarta. Namun, KLJ memang tidak ditujukan bagi seluruh warga lanjut usia, melainkan mereka yang memenuhi persyaratan sosial dan ekonomi.

“Memang ada prasyarat yang harus dipenuhi. Beberapa lansia yang, mohon maaf, yang mampu, keluarganya mampu, ditanggung keluarganya, tentunya mohon maaf belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Tetapi, yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” jelas Pramono.

Melalui KLJ, penerima memperoleh bantuan pemenuhan kebutuhan dasar sebesar Rp300.000 per bulan. Pemprov DKI mengalokasikan sekitar Rp625,89 miliar dalam APBD 2026 untuk program bantuan kebutuhan dasar bagi lansia.

Pemerintah masih membuka proses pendaftaran dan pemutakhiran data penerima. Lansia yang merasa memenuhi persyaratan tetapi belum terdaftar dapat mengurusnya melalui kelurahan dan perangkat daerah terkait.

Seleksi penerima mempertimbangkan kondisi ekonomi, data kependudukan, kepemilikan aset, status dalam panti sosial, serta kemungkinan menerima bantuan lain dari pemerintah pusat. Mekanisme pembaruan data diterapkan agar bantuan dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan ketika penerima lama tidak lagi memenuhi syarat.

Transportasi Gratis dan 78 Sekolah Lansia

Warga lanjut usia di Jakarta juga dapat menggunakan layanan transportasi umum yang dikelola pemerintah daerah secara gratis, termasuk TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta setelah menyelesaikan pendaftaran kartu layanan.

"Sekarang naik transportasi apapun gratis yang dikelola Pemerintah Jakarta. Tolong diurus (pendaftaran kartunya)," kata Pramono.

Lansia merupakan kelompok pengguna terbesar dari 15 golongan penerima fasilitas gratis TransJakarta. Pada 2025, sekitar 60% dari kurang lebih 70.000 pengguna layanan tersebut berasal dari kelompok lanjut usia.

Selain transportasi dan bantuan tunai, Pemprov DKI mengembangkan Sekolah Lansia sebagai sarana belajar, pemberdayaan, dan interaksi sosial. Hingga Juli 2026, telah tersedia 78 Sekolah Lansia dengan jumlah peserta mencapai 2.278 orang.

Layanan bagi warga senior juga mencakup Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, pemeriksaan kesehatan, serta kunjungan Pasukan Putih bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Rencana pembangunan ruang berkumpul khusus akan melengkapi program tersebut. Fasilitas itu diharapkan tidak sekadar menjadi gedung pertemuan, tetapi tempat bagi lansia untuk membangun relasi, mengikuti kegiatan produktif, dan tetap terhubung dengan kehidupan kota.