Periskop.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama BKKBN tengah merumuskan program Kartu Lansia untuk meringankan beban penduduk lanjut usia (lansia). kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya populasi tua di Indonesia, yang saat ini mencapai hampir 12% dari total penduduk.
Menteri Wihaji menegaskan, Kartu Lansia bertujuan memudahkan lansia mengakses berbagai program publik, termasuk mendapatkan diskon transportasi umum. “Minimal dengan Kementerian Perhubungan sudah ada diskon 20%. Itu bagian dari program bersama yang meringankan beban lansia,” ujar Wihaji dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta, Selasa (9/6).
Program Kartu Lansia, sejatinya diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam menghadapi tantangan aging population di Indonesia, dengan memastikan lansia tetap produktif, sehat, dan mampu menikmati hak-haknya sebagai warga negara.
Menurut Wihaji, beberapa kabupaten/kota sudah menjalankan inisiatif serupa, menggunakan anggaran daerah masing-masing, meski secara nasional program Kartu Lansia masih dalam tahap finalisasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
“Secara nasional masih dirumuskan, belum final, tetapi kami terus bekerja agar penduduk tua bisa hidup lebih terjamin dan sejahtera,” tambahnya.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN mewisuda 387 mahasiswa Sekolah Lansia dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari program pembelajaran dan aktivitas lansia untuk mencegah kesepian dan meningkatkan kualitas hidup.
“Program Sekolah Lansia merupakan salah satu prioritas kementerian karena populasi lansia kita sudah cukup signifikan. Negara harus hadir, pemerintah harus hadir,” ujar Wihaji.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar