periskop.id - PT Elnusa Petrofin mencatat rata-rata distribusi energi lebih dari 600.000 kilometer per hari. Jarak tersebut setara dengan lebih dari 15 kali mengelilingi Bumi setiap harinya.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan menerangkan, capaian itu ditopang oleh kerja keras para Awak Mobil Tangki (AMT) yang setiap hari memastikan pasokan energi mengalir ke SPBU, bandara, kawasan industri, hingga wilayah terpencil tanpa gangguan.

Advertisement

Sebagai anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Elnusa Petrofin (EPN) beroperasi sebagai perusahaan logistik energi terintegrasi. Para AMT disebut Doni menjadi ujung tombak operasional yang menanggung tanggung jawab besar di lapangan setiap harinya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, EPN memberikan apresiasi kepada para AMT berprestasi yang menunjukkan kinerja terbaik selama menjalankan operasional perusahaan. Penghargaan ini mencakup periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.

Puluhan unit sepeda motor diserahkan langsung oleh perwakilan perusahaan kepada para penerima penghargaan. Mereka tersebar di sejumlah wilayah operasional, mulai dari Medan, Padang, Siak, Jambi, Lampung, Bali, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, hingga Jayapura.

EPN juga menyertakan beasiswa pendidikan bagi putra-putri para AMT penerima penghargaan. Program ini dinilai sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga yang selama ini turut menopang para pejuang energi dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Aspek yang dievaluasi mencakup volume penyaluran energi dan jarak tempuh distribusi yang berhasil dicapai masing-masing AMT.

Kepatuhan terhadap prosedur operasional juga menjadi salah satu tolok ukur utama dalam seleksi. Penerapan budaya keselamatan kerja dan perilaku selama bertugas turut masuk dalam penilaian komprehensif tersebut.

Para AMT memikul peran krusial dalam rantai pasokan energi nasional. Mereka bertugas memastikan bahan bakar tersedia tepat waktu di titik-titik distribusi yang tersebar dari Sabang hingga Jayapura, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

Momen Satgas RAFI 2026 menjadi salah satu periode paling kritis dalam operasional distribusi energi. Lonjakan kebutuhan bahan bakar selama Ramadan dan Idulfitri menuntut stamina dan keandalan ekstra dari seluruh armada dan awak yang bertugas di lapangan.