Airlangga Targetkan Biaya Logistik Nasional Turun Jadi 10%
Airlangga Hartarto menargetkan biaya logistik nasional turun dari 14% menjadi 10% untuk meningkatkan efisiensi ekonomi Indonesia.

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan biaya logistik nasional turun dari sekitar 14% menjadi 10%. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Airlangga menjelaskan, penurunan biaya logistik menjadi salah satu langkah yang dapat segera dikejar pemerintah untuk memperbaiki efisiensi ekonomi nasional. Menurutnya, selisih 4% dari penurunan tersebut dapat memberikan dampak terhadap perekonomian.
“Kalau kita targetkan 10 persen saja, maka itu akan perbaikan terhadap perekonomian nasional yang deltanya 4 persen. Jadi itu mungkin salah satu low hanging fruit yang harus kita kejar,” ujar Airlangga dikutip dari ANTARA, Rabu (23/9).
Ia menilai persaingan di sektor logistik semakin penting ketika kondisi ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian. Karena itu, efisiensi biaya logistik disebut menjadi salah satu strategi yang perlu diperkuat.
Selain sektor logistik, Airlangga menyebut investasi sebagai instrumen lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, laju pertumbuhan investasi perlu lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Airlangga menjelaskan, investasi memiliki sejumlah kontribusi terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penghematan devisa. Investasi juga disebut dapat mendukung peningkatan ekspor.
“Investasi itu menciptakan lapangan pekerjaan dan juga menghemat devisa dan juga meningkatkan ekspor. Jadi inilah yang diharapkan menjadi penunjang utama perekonomian,” ujar Airlangga.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendorong peningkatan nilai tambah produk ekspor Indonesia. Airlangga menyebut efisiensi logistik menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat daya saing produk di pasar global.
Menurut Airlangga, penguatan konektivitas juga terus dilakukan pemerintah untuk mendukung efisiensi ekonomi nasional. Konektivitas tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi persaingan ekonomi global.
Ia menambahkan, peningkatan efisiensi diperlukan agar daya saing Indonesia semakin kuat. Dalam konteks tersebut, penurunan biaya logistik menjadi salah satu ruang yang dapat dikejar untuk menghasilkan efisiensi ekonomi.
Airlangga juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah ekspor sebagai bagian dari strategi penguatan perekonomian. Menurutnya, penguatan sektor logistik tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia.
“Nilai tambah daripada ekspor harus terus meningkat dan sekali lagi peran logistik menjadi penting dan dalam persaingan secara global efisiensi 4 persen itu nilainya sangat signifikan,” kata dia.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, dan logistik dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.