Iklan
Energi

PLN Bangun PLTS Pulau Sebesi 2027, Siapkan Listrik untuk 720 KK

PLN menargetkan pembangunan PLTS Pulau Sebesi di Lampung Selatan mulai 2027. Pembangkit energi surya itu diproyeksikan melayani sekitar 720 KK

PLN, EBT, Energi terbarukan, PLTS
Petugas PLN sedang mengecek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). dok. PLN
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, mulai dikerjakan pada 2027. Pembangkit tersebut diproyeksikan melayani sekitar 720 kepala keluarga (KK) sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di wilayah kepulauan yang selama ini mengandalkan pembangkit diesel.

Rencana PLTS di Pulau Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa tersebut masuk dalam Program Listrik Desa (Lisdes) yang saat ini tengah dipercepat PLN. General Manager PLN UID Lampung Noer Suratmoko mengatakan, sejumlah pekerjaan Lisdes yang sebelumnya dijadwalkan bertahap hingga 2029 kini diarahkan untuk diselesaikan lebih cepat.

“Kerja Lisdes ini diminta langsung selesai di 2027. Yang tadinya 2025, 2027, 2028, dan 2029, dimasukkan semua untuk diselesaikan,” kata Noer Suratmoko, di Lampung Selatan, Rabu (23/9). 

PLTS Masih Masuk Tahap Kajian

Pembangunan fisik PLTS Pulau Sebesi belum dimulai. PLN Engineering masih melakukan kajian teknis untuk menentukan kebutuhan dan desain sistem pembangkit. Setelah kajian rampung, proyek akan masuk ke tahap pengadaan yang dilakukan PLN pusat sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Kapasitas panel surya maupun sistem penyimpanan energi atau baterai juga belum ditetapkan. Besarannya akan disesuaikan dengan pola konsumsi dan kebutuhan listrik sekitar 720 KK yang akan dilayani.

Melalui skema Lisdes, seluruh aset PLTS nantinya berada di bawah kepemilikan PLN. Warga Pulau Sebesi juga akan tercatat sebagai pelanggan PLN dengan penggunaan energi diukur melalui kWh meter.

“Begitu aset menjadi milik PLN, masyarakat di sana nanti menjadi pelanggan PLN. Mereka membayar, nanti tidak ada yang gratis,” ujarnya.

Kesiapan lahan menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sejauh ini memiliki sekitar 900 meter persegi lahan hibah, sementara hasil pembahasan teknis memperkirakan kebutuhan mencapai sekitar 1.500 meter persegi. Artinya, masih dibutuhkan tambahan sekitar 600 meter persegi.

Pulau Sebesi Sudah Nikmati Listrik 24 Jam sejak 2019

Rencana pengembangan PLTS menjadi fase baru dalam perjalanan kelistrikan Pulau Sebesi. Pada November 2019, PLN meresmikan peningkatan kapasitas PLTD Sebesi menjadi 3x100 kW. 

Pengoperasian pembangkit diesel tersebut memungkinkan pasokan listrik di Pulau Sebesi tersedia selama 24 jam. Saat itu, pemerintah desa melaporkan sekitar 735 KK telah mendapatkan akses listrik.

Sebelumnya, pasokan listrik di pulau tersebut tidak tersedia sepanjang hari. Kondisi geografis Pulau Sebesi yang terpisah dari daratan membuat pembangunan infrastruktur energi memiliki tantangan berbeda dibandingkan wilayah yang bisa langsung terhubung dengan jaringan utama.

Dokumen PLN mengenai Program Listrik Desa juga pernah mencatat sejumlah dusun di Desa Tejang Pulau Sebesi belum menikmati jaringan PLN meski desa tersebut secara administratif telah berstatus berlistrik. PLN antara lain merencanakan pengembangan jaringan untuk Dusun Cukuh Salai dan Nyanyilu.

Pemerintah Dorong PLTS untuk Pulau Terpencil

Pemanfaatan tenaga surya di Pulau Sebesi sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mulai mendorong PLTS sebagai solusi elektrifikasi bagi wilayah kepulauan dan daerah yang sulit dijangkau.

Kementerian ESDM pada Januari 2026 menyebut PLTS menjadi salah satu teknologi yang didorong untuk pulau terpencil karena distribusi bahan bakar dan kondisi logistik kerap menjadi kendala.

Program Lisdes sendiri pada 2026 menargetkan tambahan 22.179 pelanggan di 372 lokasi. Pada 2025, program tersebut telah melistriki 77.616 rumah tangga yang tersebar di 1.516 lokasi.

Secara lebih luas, pemerintah menargetkan program elektrifikasi periode 2025-2029 menjangkau 5.758 desa yang belum berlistrik PLN dan sekitar 1,2 juta rumah tangga. Target tersebut menjadi bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Pemkab Siapkan Lahan untuk PLTS

Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto menilai pasokan listrik yang andal berpengaruh langsung terhadap pendidikan, fasilitas kesehatan, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Listrik sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar. Di tengah keterbatasan keuangan daerah, kita dituntut untuk lebih fleksibel dan kreatif dalam memenuhinya,” ucapnya. 

Pemkab Lampung Selatan sendiri menyatakan, akan mendukung percepatan proyek melalui penyiapan lahan dan dokumen yang dibutuhkan. PLN juga meminta pemerintah daerah menginformasikan rencana pembangunan fasilitas umum maupun bangunan baru sejak awal agar kebutuhan jaringan listrik bisa diperhitungkan dalam desain.

Pemkab dan PLN selanjutnya akan menyelesaikan kebutuhan lahan, dokumen pendukung, kajian teknis, hingga pengadaan. Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai jadwal, pembangunan PLTS Pulau Sebesi ditargetkan mulai berlangsung pada 2027.

Kehadiran PLTS nantinya tidak hanya menambah sumber energi bagi sekitar 720 KK, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan pulau terhadap pembangkit berbahan bakar diesel.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PLTS, dan Lampung dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.