Pesanan E-Commerce Luar Jabodetabek Naik 2 Kali Lipat, SIRCLO Andalkan AI
Pesanan e-commerce di luar Jabodetabek naik lebih dari dua kali lipat. SIRCLO meluncurkan Insights berbasis AI untuk membaca peluang pertumbuhan brand.

Periskop.id - Pertumbuhan belanja online mulai semakin menyebar ke luar pusat ekonomi utama. Data internal SIRCLO mencatat total pesanan e-commerce di luar Jabodetabek meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang Januari-Juni 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, semakin banyak kanal penjualan membuat data bisnis juga makin kompleks. SIRCLO pun meluncurkan SIRCLO Insights, dashboard analitik berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menghubungkan berbagai data penjualan online dan membantu brand mencari peluang pertumbuhan berikutnya.
Peluncuran dilakukan melalui webinar bertajuk Powering the Next Era of Commerce: Transforming AI-Powered Insights into Scalable Commerce Growth pada Selasa (22/9/2026).
Chief Operating Officer SIRCLO Danang Cahyono mengatakan, persaingan e-commerce kini tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran sebuah brand di berbagai marketplace. Ia menyebut, fase awal e-commerce berfokus pada bagaimana brand hadir dan membangun transaksi di kanal digital.
Namun, tahap berikutnya akan ditentukan oleh seberapa baik brand memahami posisi bisnisnya dan menentukan langkah strategis selanjutnya. Kombinasi data dan AI memberikan kemampuan untuk melihat performa secara lebih mendalam, menemukan gap lebih cepat, dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. "Dengan begitu, brand dapat mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan nilai pasar di kategori produknya,” ucapnya.
Belanja Online Tak Lagi Terkonsentrasi di Jabodetabek
Salah satu tren yang disoroti SIRCLO adalah penyebaran permintaan konsumen ke berbagai daerah. Sepanjang Januari-Juni 2026, jumlah pesanan yang diproses SIRCLO dari luar Jabodetabek tumbuh lebih dari dua kali lipat secara tahunan. Menurut perusahaan, pergeseran tersebut dapat menjadi indikator bagi brand untuk mempertimbangkan ekspansi distribusi ke wilayah yang permintaannya mulai menguat.
Persoalannya, ekspansi ke daerah juga membuat perusahaan perlu membaca lebih banyak variabel, mulai dari kontribusi produk atau SKU, performa setiap marketplace, lokasi konsumen hingga biaya dan waktu pengiriman.
SIRCLO Insights kemudian menggabungkan sejumlah data tersebut dalam satu dashboard. Perusahaan juga menyediakan SIRCLO Multi-Origin yang memanfaatkan distributor lokal sebagai fulfilment hub agar produk dapat ditempatkan lebih dekat dengan konsumen.
Tren ini berlangsung ketika pasar e-commerce Indonesia masih bertumbuh besar. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan GMV e-commerce Indonesia mencapai US$71 miliar pada 2025, naik lebih dari 14% dibandingkan tahun sebelumnya. E-commerce tetap menjadi penyumbang terbesar ekonomi digital Indonesia yang nilai GMV keseluruhannya mendekati US$100 miliar pada tahun tersebut.
Live Streaming dan Affiliate Makin Kuat
Perubahan juga terjadi pada cara konsumen menemukan dan membeli produk.
Data SIRCLO menunjukkan pesanan melalui live streaming tumbuh 23,1% sepanjang Januari-Juni 2026 dibandingkan periode serupa 2025. Sementara itu, pesanan melalui kanal affiliate meningkat lebih dari dua kali lipat.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan besarnya pengaruh video commerce terhadap industri e-commerce Indonesia. Google, Temasek, dan Bain mencatat volume transaksi video commerce Indonesia melonjak 90% secara tahunan menjadi 2,6 miliar transaksi pada 2025. Jumlah penjual dan toko daring yang terlibat juga bertambah 75% menjadi sekitar 800 ribu. Kategori fashion, aksesori, serta beauty dan personal care menyumbang hampir separuh GMV video commerce.
Country Director Google Indonesia Veronica Utami sebelumnya menilai pertemuan antara konten dan aktivitas perdagangan digital semakin sulit dipisahkan. “Konvergensi antara konten dan perdagangan kini tak terelakkan: Indonesia menjadi pasar video commerce terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara. Keberhasilan ini didorong oleh kuatnya adopsi gaya hidup digital oleh konsumen yang juga berdampak langsung pada sektor-sektor lain. Kami melihat pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan di berbagai sektor digital utama, membuktikan bahwa momentum Indonesia merata di seluruh ekosistem,” ujar Veronica Utami.
AI Dipakai Membaca Data Penjualan
Untuk menghadapi data yang semakin beragam, SIRCLO Insights menggunakan AI melalui tiga fitur utama, yakni Knowledge, AI-Powered Insights, dan SIRCLO AI Chat. Knowledge digunakan untuk memberikan konteks bisnis dan informasi mengenai lanskap e-commerce kepada sistem AI. AI-Powered Insights berfungsi merangkum temuan dari data dan memberikan rekomendasi berdasarkan prioritas yang teridentifikasi.
Sementara SIRCLO AI Chat memungkinkan pengguna menelusuri data dengan percakapan langsung menggunakan AI. Dashboard tersebut juga dapat digunakan untuk melihat kontribusi SKU dan marketplace, penjualan berdasarkan provinsi, hingga pertumbuhan pelanggan baru.
Pemanfaatan AI untuk membantu analisis bisnis juga semakin luas secara global. Laporan The State of AI in the Enterprise 2026 dari Deloitte menemukan 53% organisasi yang disurvei telah memperoleh manfaat AI dalam meningkatkan insight dan pengambilan keputusan. Sebanyak 66% juga melaporkan peningkatan produktivitas dan efisiensi. Survei Deloitte melibatkan 3.235 pemimpin bisnis dan teknologi dari 24 negara.
Pasar E-Commerce 2026 Masih Tumbuh
Berdasarkan Statista Market Insights yang dikutip SIRCLO, sejumlah kategori produk e-commerce diperkirakan mencatat pertumbuhan GMV cukup tinggi sepanjang 2026.
Kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG) diproyeksikan tumbuh paling tinggi sebesar 26%, diikuti Beauty dan Personal Care 23,8%, Hobbies 23,1%, Health 22,5%, Automotive 21,8%, Home Living 18,9%, dan Fashion 18%.
Namun, pertumbuhan pasar secara umum belum tentu otomatis menghasilkan pertumbuhan yang sama bagi setiap brand. Perusahaan perlu memahami produk, wilayah, kanal, hingga perilaku konsumen yang menjadi pendorong atau penghambat kinerja penjualan.
“Kami percaya bahwa keunggulan brand tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak data yang dimiliki, tetapi oleh seberapa baik data tersebut membantu bisnis memahami pasar dan menentukan langkah berikutnya. Dalam hal ini, SIRCLO Insights dapat membantu brand melihat peluang yang perlu ditindaklanjuti, sementara kapabilitas SIRCLO lainnya dapat mendukung eksekusinya sesuai kebutuhan, baik dalam memperluas jangkauan distribusi maupun menjangkau konsumen di berbagai titik interaksi. Bagi kami, inilah yang dibutuhkan agar brand dapat tumbuh lebih terarah dan melampaui laju kategorinya,” tutup Danang.
SIRCLO sendiri menyebut ekosistemnya saat ini melayani sekitar 1.000 bisnis enterprise, memproses rata-rata lebih dari 3 juta pesanan setiap bulan, serta menjangkau lebih dari 30 juta konsumen.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sirclo, dan E-commerce dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.