iklan periskop
Ekonomi

Harga Cabai Pedas di Kantong, Ternyata Ini Alasannya

Harga cabai naik akibat cuaca dan gangguan distribusi. Pemerintah siapkan koperasi dengan cold storage untuk stabilkan harga.

9 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Harga Cabai Pedas di Kantong, Ternyata Ini Alasannya
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat wawancara dengan wartawan. Foto: Periskop.id/Siti Ayu Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan penyebab kenaikan harga cabai di pasaran dalam beberapa waktu terakhir. Amran menjelaskan, kenaikan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca dan gangguan distribusi akibat hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

"Ini mungkin karena sekarang kondisi distribusinya, karena hujan kan," kata Amran kepada media, Jakarta, Selasa (11/11).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), beberapa jenis cabai mengalami peningkatan. Di antaranya harga cabai merah keriting naik Rp54.900 per kg atau 4,17%.

Cabai merah besar juga naik menjadi Rp57.900 per kg atau 11,99%. Sementara cabai rawit hijau menjadi Rp36.750 per kg atau naik 2,94%.

Meski beberapa jenis cabai mengalami kenaikan, cabai rawit merah tercatat menurun menjadi Rp39.800 per kg atau turun 2,57%. Amran memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi jangka panjang melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel).

"Kita akan pantau, tetapi harga cabai sekarang berapa? Rp50.000, tapi kan pernah Rp3.000, pernah Rp10.000. Solusi ke depan adalah kalau koperasi Merah Putih sudah jalan," terangnya.

Menurutnya, koperasi tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas cold storage. Fasilitas ini bertujuan untuk menyimpan cabai saat panen puncak sehingga dapat menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Itu kan (Kopdes) punya cold storage, jadi kalau panen puncak masuk ke penyimpanan. Kemudian kalau off season, kita keluarkan," jelasnya.‎

Baca berita dan informasi lainnya mengenai cabai rawit merah, Harga cabai naik, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan Andi Amran Sulaiman dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.