periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah-langkah ini juga bertujuan menutup celah penyimpangan yang selama ini terjadi.

Pertama, kata Purbaya, pemerintah akan memasang mesin pencacah dan penghitung rokok di pabrik-pabrik untuk memantau produksi secara lebih akurat. Sistem ini ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun depan dan beroperasi penuh pada Mei-Juni.

"Mungkin akan kita terapkan mulai awal tahun. Awal tahun akan diterapkan, dijalankan. Akan berjalan penuh Mei-Juni tahun depan," kata Purbaya kepada media di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/12).

Kedua, pemerintah akan memperkenalkan sistem monitoring baru untuk memastikan pembayaran cukai sesuai ketentuan di lapangan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperketat pengawasan produksi dan distribusi barang kena cukai.

"Jadi nanti ada sistem baru untuk memonitor. Di lapangan, cukainya apa nggak. Jadi kan serius itu," imbuhnya.

Selain itu, katanya, Bea Cukai juga akan mengimplementasikan sistem teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di seluruh pelabuhan. Purbaya berharap teknologi ini dapat meningkatkan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran serta memperkuat integritas sistem pengawasan.

"Dan nanti Bea Cukai akan menerapkan sistem AI. Sistem IT dengan AI di setiap pelabuhan yang ada di sini," tuturnya.

Sebagai langkah terakhir, Purbaya menyatakan dirinya akan lebih sering melakukan kunjungan langsung ke pelabuhan untuk memastikan tidak ada praktik yang menyimpang. Ia menegaskan pengawasan langsung merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola Bea Cukai.

"Dan yang terakhir saya akan sering-sering datang ke pelabuhan, untuk memastikan mereka nggak main-main lagi," tutupnya.