periskop.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini membuka peluang penataan terhadap 16 ribu pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hal itu menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyebut kemungkinan pembekuan pegawai jika kinerja lembaga tersebut tidak segera diperbaiki.

"Kalau masalah mutasi, rotasi, itu suatu yang biasa ya, tetapi tentunya urusan pemerintahan tetap harus dijalankan," kata Rini kepada media saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/12).

Rini menekankan fungsi-fungsi pelayanan negara, termasuk pungutan cukai dan tugas pengawasan kepabeanan, tetap harus dijalankan oleh aparatur sipil negara. Ia menyebut pergerakan pegawai bukan sesuatu yang luar biasa, baik di Bea Cukai maupun di kementeriannya sendiri.

"Di tempat saya juga tidak semuanya orang-orang KemenPANRB. Tapi ada juga orang dari Kementerian Keuangan, di tempat saya juga ada," jelasnya.

Meski demikian, Rini mengungkapkan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan langsung dengan Menteri Keuangan Purbaya terkait rencana tersebut. Menurutnya, persoalan pegawai tidak bisa diputuskan tanpa melihat struktur organisasi dan sistem kerja yang ada.

"Saya belum diskusi dengan Pak Menteri Purbaya, karena masalah pegawai itu kan tadi ikutannya dengan masalah organisasi. Nanti tentunya saya harus lihat apakah lembaganya atau sistemnya yang memang harus diperbaiki, baru kita bicara orangnya," terang Rini.

Namun, kata Rini, dirinya juga telah berencana meminta waktu untuk berdiskusi, namun jadwal Menteri Keuangan masih padat.

"Jadi saya memang belum ada diskusi dengan beliau. Saya memang sudah berencana untuk meminta waktu, namun beliau masih ada beberapa agenda yang belum disampaikan," tutupnya.