Periskop.id - Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia hingga November 2025 menunjukkan tren yang tetap solid. Neraca perdagangan nasional berhasil mempertahankan surplus baik secara bulanan maupun secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang disampaikan dalam Konferensi Pers APBNKita Edisi Desember 2025, nilai ekspor Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar US$22,7 miliar. Sementara itu, impor pada periode yang sama mencapai US$19,9 miliar.

Dengan demikian, ekspor neto atau neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,8 miliar. Surplus ini menegaskan ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 juga tetap mencatatkan kinerja positif. Ekspor neto kumulatif tumbuh 32,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Sebagai perbandingan, surplus neraca perdagangan pada Januari hingga November 2024 tercatat sebesar US$29,2 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi US$38,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kontribusi ekspor yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan impor.

Ekspor Ditopang Sejumlah Komoditas Utama

Kinerja ekspor kumulatif Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai US$256,7 miliar. Nilai tersebut tumbuh 5,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemenkeu menjelaskan bahwa pertumbuhan ekspor tersebut ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. Ekspor logam dasar mencatat pertumbuhan sebesar 19,4% secara tahunan. Produk minyak goreng kelapa sawit tumbuh 21,9%, sementara kimia dasar organik mencatatkan pertumbuhan sebesar 47,9%.

Salah satu komoditas dengan lonjakan paling tinggi adalah semikonduktor, yang tumbuh hingga 99,2% secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap produk bernilai tambah serta pergeseran struktur ekspor Indonesia ke arah industri pengolahan.

Impor Didominasi Barang Modal

Di sisi impor, nilai impor kumulatif Indonesia pada Januari hingga November 2025 tercatat sebesar US$218,1 miliar. Angka ini tumbuh 2,1% secara tahunan.

Kemenkeu menyebutkan bahwa pertumbuhan impor terutama didorong oleh impor barang modal. Jenis barang yang banyak diimpor antara lain mesin dan peralatan, serta alat komunikasi dan komputer. Pola impor ini menunjukkan adanya aktivitas investasi dan ekspansi kapasitas produksi di dalam negeri.

Surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi nasional. Ke depan, pemerintah diharapkan terus memantau dinamika perdagangan global serta mendorong diversifikasi ekspor agar kinerja neraca perdagangan tetap terjaga dan berkelanjutan.