periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan aturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subiantodan akan mulai berlaku pada awal 2026. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu proses pengundangan peraturan pemerintah (PP) tersebut.
Purbaya menegaskan dengan ditandatanganinya aturan tersebut, kebijakan DHE SDA sudah disetujui sepenuhnya dan dipastikan akan diimplementasikan. Ia menyebut regulasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fundamental ekonomi nasional.
“Ternyata hari Jumat pekan lalu sudah ditandatangani Presiden. Tinggal keluarnya (PP) saja. Jadi sudah clear itu, sudah disetujui Presiden, tinggal pengundangan aja, jadi (aturan baru DHE SDA) pasti jalan," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Kamis (8/1).
Menurut Purbaya, kebijakan DHE SDA memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat cadangan devisa. Ia mencontohkan sektor kelapa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar, yang selama ini sebagian dananya masih ditempatkan di luar negeri.
"Kalau dia nggak taruh unagnya diluar, taruh di sini, kan cadangan devisanya kenceng tuh. rupiah akan stabilkan, anda nggak nyalahin saya lagi rupiahnya lemah terus. walaupun bursa saham naik tapi rupiah loyo, walaupun ekonomi bagus tapi rupiah loyo," jelas Purbaya.
Ia menilai penguatan cadangan devisa akan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah. Selama ini, kata dia, kinerja ekonomi dan pasar saham kerap menunjukkan tren positif, namun tidak selalu diikuti oleh penguatan rupiah.
Purbaya juga menyoroti kinerja cadangan devisa Indonesia pada tahun lalu. Meski neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$38 miliar, peningkatan cadangan devisa hanya sekitar US$0,8 miliar. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan kebijakan sebelumnya belum berjalan optimal, sehingga diperlukan perbaikan melalui penguatan aturan DHE SDA.
"Jadi kita coba perbaiki seperti ini, nanti kita lihat dampaknya seperti apa. harusnya positif. kalau ada yang ngeluh-ngeluh, ya biar aja ngeluh. kenapa kemarin mereka bermain-main? ngaku nggak nanti? siapa yang gitu? nanti saya kejar," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar