periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Jumat, 9 Januari 2026 diperkirakan masih berpeluang menguat terbatas di kisaran 9.030 hingga 9.077. Namun demikian, pelaku pasar diminta tetap waspada, mengingat potensi koreksi masih terbuka lebar untuk menguji area di level 8.843 hingga 8.904.

Merujuk data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 0,36% ke level 8.957,435 . Sebanyak 341 saham menguat, 110 saham terkoreksi, dan 216 saham stagnan.

MNC Sekuritas menilai secara teknikal IHSG saat ini berada pada fase akhir penguatan, tepatnya di bagian dari wave (v) dari wave (iii), yang secara historis rawan diikuti aksi ambil untung.

"Area support IHSG berada di 8.916 dan 8.776, sementara resistance krusial berada di 8.996 hingga 9.030,” tulis MNC Sekuritas dalam rilisan risetnya, Jumat (9/1).

Sebelumnya, IHSG pada perdagangan kemarin Kamis (9/1) ditutup melemah 0,22% ke level 8.925, dengan tekanan jual yang cukup dominan,meski sempat naik ke level 9.000. MNC Sekuritas menegaskan bahwa target penguatan jangka pendek telah tercapai, sehingga ruang naik kini semakin terbatas.

Berikut rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini Jumat, 9 Januari 2026:

CDIA – Buy on Weakness

CDIA menguat tipis 0,30% ke Rp1.660, didukung munculnya volume beli. Namun, penguatan dinilai sudah berada di fase akhir karena secara teknikal CDIA diperkirakan tengah berada pada wave 5 dari wave (C) dari wave [2].

  • Buy on Weakness: Rp1.530–Rp1.600
  • Target Price: Rp1.745 – Rp1.880
  • Stoploss: < Rp1.480

MINA – Buy on Weakness


MINA melonjak tajam 8,79% ke Rp520 dengan dorongan volume beli yang agresif. Meski demikian, setelah lonjakan signifikan, saham ini berpotensi mengalami volatilitas tinggi. Selama bertahan di atas Rp444, MINA dinilai masih berada di awal wave [v] dari wave 5.

  • Buy on Weakness: Rp474–Rp505
  • Target Price: Rp560 – Rp605
  • Stoploss: < Rp444

ULTJ – Buy on Weakness (Terbatas)

ULTJ naik 1,39% ke Rp1.460, namun pergerakan masih tertahan MA20, menandakan momentum belum sepenuhnya kuat. Saham ini diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave B, sehingga peluang naik masih ada, tetapi relatif terbatas.

  • Buy on Weakness: Rp1.425–Rp1.455
  • Target Price: Rp1.495 – Rp1.520
  • Stoploss: < Rp1.415

TLKM – Sell on Strength


TLKM kembali melemah 0,28% ke Rp3.530, disertai tekanan jual yang berlanjut. Secara teknikal, TLKM diperkirakan berada di awal wave [v] dari wave A dari wave (2), yang membuka peluang koreksi lanjutan ke area Rp3.340–Rp3.400.

  • Sell on Strength: Rp3.550–Rp3.570