periskop.id - Ekonomi Indonesia perlu dorongan investasi dan penciptaan lapangan kerja agar pertumbuhan lebih kuat di 2026–2027. Menurut Pranjul Bhandari, Managing Director sekaligus Chief India Economist dan Strategist ASEAN HSBC, reformasi struktural dan investasi menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah.

"Kita memang melihat sedikit peningkatan konsumsi, tetapi jika ingin peningkatan yang lebih kuat, kita harus mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja," kata Pranjul dalam konferensi pers HSBC Outlook 2026, Senin (12/1).

‎Pranjul menegaskan, tidak ada satu kebijakan tunggal yang dapat menjadi solusi. Reformasi struktural, khususnya di bidang investasi dan penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI), dinilai sebagai kunci utama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

‎"Saya menilai Indonesia berada pada posisi yang sangat kuat dan memiliki banyak peluang, terutama karena rantai pasok global sedang mengalami perubahan," jelasnya. 

‎Dia menyebut saat ini, investor internasional tengah mencari negara alternatif untuk membangun basis produksi dan ekspor, dan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran tersebut.

‎"Contohnya, jika kita melihat ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, sebagian besar bukan komoditas," tambahnya. 

‎Menurutnya, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat kini semakin didominasi oleh produk manufaktur dan barang konsumsi, seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki. Produk-produk tersebut selama ini kerap dikaitkan dengan Vietnam, padahal basis industrinya banyak berada di Indonesia.

‎"Padahal, hanya sekitar 25% yang berasal dari Vietnam. Basis industrinya sebenarnya ada di Indonesia, tetapi perlu ditingkatkan," terang dia. 

‎Lebih lanjut, Pranjul berharap, pada periode 2026 hingga 2027, sebagian agenda reformasi tersebut dapat terealisasi sehingga manfaat dari pendekatan berbasis investasi dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka menengah.

‎"Dengan demikian, manfaat dari pendekatan investasi yang kita lihat saat ini dapat berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Itulah harapan saya untuk jangka menengah," tutup Pranjul.