periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia memiliki daya saing wilayah yang kuat, khususnya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang terbukti mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi di pasar global dan mendorong peningkatan ekspor nasional.
Airlangga menyampaikan produk-produk yang dihasilkan dari KEK Indonesia telah mampu bersaing di berbagai negara dan berkontribusi terhadap tren ekspor yang terus meningkat.
Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto secara konsisten mengingatkan agar arah pembangunan industri nasional tetap menjaga keseimbangan antara industri padat modal (capital intensive) dan industri padat karya (labor intensive).
"Bapak Presiden terus mengingatkan bahwa yang labor intensive base harus tetap dijaga. Jadi kita jangan hanya lari yang capital base, tetapi juga labor intensive," kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS), Jakarta, Selasa (13/1).
Ia mengungkapkan, dalam pertemuan di Hambalang pada Minggu lalu, Presiden menyampaikan rencana pemerintah untuk menyiapkan dukungan pendanaan sekitar US$6 miliar guna memperkuat industri padat karya. Dukungan tersebut ditujukan agar teknologi industri tetap kompetitif dan investasi terus berjalan, terutama di sektor tekstil dan produk tekstil.
"Pemerintah akan menyiapkan dana sekitar 6 billion untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing, dan investment-nya tetap berjalan, terutama untuk tekstil, produk tekstil," jelasnya.
Menurut Airlangga, sektor tekstil dan produk tekstil saat ini menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja dan masih memiliki potensi untuk meningkat hingga 7 juta tenaga kerja. Ia optimistis prospek sektor ini tetap kuat karena permintaan global terhadap sandang bersifat berkelanjutan.
"Karena dunia isinya 8 miliar orang, dan dari 8 miliar orang semuanya pakai baju. Jadi itu tidak akan hilang untuk makan. Kalau makan apalagi, tetapi untuk sandang pun itu akan kuat. Dan yang 8 miliar orang itu semuanya saya lihat disini pakai sepatu, jadi aman juga untuk industri sepatu," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar