periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Just Energy Transition Partnership (JETP) atau pendanaan transisi energi untuk Indonesia bertambah sebesar US$400 juta atau Rp6,7 triliun (kurs Rp16.886).
Artinya dengan tambahan dana tersebut total komitmen yang semula US$21,4 miliar naik menjadi US$21,8 miliar.
"Jadi JETP itu kan yang ke Indonesia itu US$21,4 bilion. Itu tambahan US$400 juta," kata Airlangga kepada media, Jakarta, dikutip (5/2).
Ia mengungkapkan bahwa bank pembangunan asal Jerman KfW Bankengruppe telah menekan komitmen investasi untuk dua proyeksi transisi energi senilai €2 miliar atau Rp39,6 juta (kurs Rp19,840).
"Jerman melalui pembiayaan KFW tadi komit menandatangani dua proyek. Dan KFW itu komit untuk 2 miliar euro plus 400 juta dolar," jelasnya.
Penambahan dari penandanaan tersebut, kata Airlangga sebagian akan dimanfaatkan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling, Jawa Barat.
"Itu untuk PLTS Saguling," tambahnya.
Airlangga menambahkan saat ini terdapat lebih dari 20 proyek transisi energi telah masuk dalam tahap perencanaan dan persiapan dalam kerangka JETP.
"Kita punya banyak proyek on the list yang on the pipeline. Lebih dari 20 proyek," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar