periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pembahasan terkait restrukturisasi proyek Kereta Cepat Whoosh telah mencapai keputusan akhir dalam rapat pemerintah. Namun demikian, Purbaya menyatakan bahwa pengumuman resmi mengenai hasil pembahasan tersebut akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Itu rapatnya sudah putus, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau Pemerintah yang resmi akan mengumumkan. Bukan saya," ujar Purbaya kepada media, Jakarta, Jumat (13/3).
Menurut Purbaya, arah kebijakan dan langkah ke depan terkait restrukturisasi proyek tersebut sebenarnya sudah jelas. Meski begitu, ia menilai belum saatnya informasi tersebut disampaikan ke publik sebelum diumumkan Prabowo.
"Tapi itu udah clear langkah ke depan seperti apa. Tapi belum saatnya dibuka ke Anda sekarang biar yang lebih tinggi yang memaparkan ya," jelasnya.
Sebelumnya, ia memastikan pemerintah akan tetap memenuhi kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3). Hingga pukul 09.20 WIB, harga minyak jenis Brent crude oil tercatat sebesar US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$113,25 per barel.
Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menilai kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola pemerintah.
"Ya enggak apa-apa, kan enggak gede-gede amat," ucapnya kepada media, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3).
Meski demikian, ia mengungkapkan hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut di internal pemerintah mengenai detail pembayaran utang tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar