Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 45.382 orang meninggalkan Jakarta dengan menggunakan kereta api. selain itu, 22.092 penumpang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 1 Jakarta pada H-8 Lebaran 2026.
"Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan dua hari sebelumnya, yakni 29.824 penumpang berangkat pada 11 Maret dan 40.178 penumpang berangkat pada 12 Maret," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Jumat (13/3).
Dia mengatakan, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi, yaitu 18.657 orang. Diikuti Stasiun Gambir 14.767 penumpang, Bekasi 4.914 penumpang, Cikarang 2.653 penumpang, Jatinegara 2.612 penumpang, Cikampek 968 penumpang, serta Karawang 811 penumpang.
Sementara itu kedatangan penumpang pada hari yang sama tercatat di Pasar Senen 7.594 penumpang, Gambir 5.586 penumpang, Bekasi 4.043 penumpang, Jatinegara 2.901 penumpang, Cikarang 926 penumpang, Cikampek 575 penumpang, dan Karawang 467 penumpang.
Secara kumulatif, selama periode 11 hingga 13 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 115.384 orang, sementara yang tiba sebanyak 56.028 penumpang.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI menyediakan 1.076.196 tempat duduk untuk perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Hingga saat ini, 681.067 tiket telah terjual atau dipesan, dan tingkat okupansi sementara mencapai sekitar 63%.
Periode dengan penjualan tiket tertinggi terjadi pada 11–20 Maret 2026 sebagai masa mudik awal, dengan total 451.219 tiket telah terjual.
Beberapa tanggal favorit masyarakat untuk bepergian antara lain 18 Maret sebanyak 49.105 tiket, 19 Maret 48.465 tiket, 16 Maret 47.703 tiket, dan 17 Maret 47.556 tiket.
Franoto menuturkan, dalam rangka mendukung program stimulus ekonomi pemerintah, KAI juga memberikan diskon tarif hingga 30% untuk kereta api kelas ekonomi komersial pada periode 14-29 Maret 2026.
Secara nasional, disediakan sekitar 1,2 juta tempat duduk, sementara khusus di wilayah Daop 1 Jakarta tersedia sekitar 329 ribu tempat duduk, dengan sekitar 67 ribu kursi masih tersedia.
Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 68 perjalanan KA jarak jauh reguler per hari, ditambah 12 KA tambahan dari Stasiun Gambir, 7 KA tambahan dari Stasiun Pasar Senen, serta 4 perjalanan KA Motor Gratis.
“KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari aspek operasional, keselamatan perjalanan kereta api, hingga peningkatan pelayanan kepada pelanggan agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” ungkap Franoto.
Kelancaran dan Keamanan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perhubungan memastikan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Hal ini dilakukan melalui penguatan koordinasi operasional, peningkatan layanan penumpang, serta kesiapan sarana prasarana transportasi kereta api.
"Saya menekankan bahwa keselamatan (angkutan Lebaran 1447 Hijriah) adalah harga mati," kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana saat menjadi pembina dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 yang dilaksanakan KAI di halaman Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat.
Apel itu menjadi bagian dari kesiapan menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Apel tersebut dilaksanakan sebagai bentuk konsolidasi kesiapan operasional, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta jajaran direksi dan manajemen KAI bersama para personel operasional yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran.
Wamenhub menyampaikan, apel gelar pasukan merupakan momentum untuk memastikan kesiapan seluruh unsur penyelenggara transportasi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Kegiatan itu mencerminkan komitmen negara untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Juga menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api yang menjadi salah satu moda pilihan utama.
Suntana menekankan seluruh sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi andal melalui pemeriksaan yang detail. Sementara keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang perlu mendapat perhatian khusus.
"Seluruh personel juga harus siaga memberikan pelayanan yang responsif dan humanis agar perjalanan masyarakat selama angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujarnya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan masa angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk memastikan pengendalian operasional berjalan optimal, KAI juga menggelar Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yaitu pada 13-30 Maret 2026.
Pada periode angkutan Lebaran, kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat 5,4 % dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan.
Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk, yang secara operasional dapat melayani hingga 5 juta pelanggan. Kapasitas tersebut didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa angkutan Lebaran.
KAI juga mendukung berbagai program pemerintah selama angkutan Lebaran 2026. Antara lain stimulus transportasi kereta api berupa diskon tarif hingga 30%untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial pada periode 14-29 Maret 2026 dengan nilai stimulus pemerintah sebesar Rp116,15 miliar.
Tinggalkan Komentar
Komentar