Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya masih mengkaji skema pendanaan untuk Universitas Republik Indonesia (URI). Namun hingga saat ini, belum ada keputusan apakah kebutuhan anggaran universitas tersebut akan sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyampaikan pihaknya masih akan menelusuri mekanisme pendanaan URI, termasuk kemungkinan keterlibatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"URI nanti sebagian dari dana itu... saya enggak tahu, akan cek lagi. Kalau enggak salah ada hubungan dengan Kementerian Dikti Saintek," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/7).
Saat ditanya apakah pendanaan Universitas Republik Indonesia akan sepenuhnya berasal dari APBN, Purbaya belum memberikan kepastian.
"Nanti kita lihat (pendapatan URI)," tuturnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sedangkan Yos merupakan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/P Tahun 2026 tentang pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Prosesi kemudian ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Prabowo, dikutip Antara, Kamis (23/7).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar