Periskop.id - Pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Insentif bagi kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, masuk dalam salah satu kebijakan yang disiapkan.
Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal tersebut. Ia menyebutkan, pengumuman resmi mengenai stimulus itu akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
"Kita juga akan memberikan beberapa stimulus kepada ekonomi dalam waktu dekat. Kalau tidak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti bapak Presiden saya akan mengumumkan," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/8).
Stimulus tersebut, menurut Purbaya, merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global. Selain insentif kendaraan listrik, sejumlah langkah lain juga disiapkan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Purbaya belum bersedia membeberkan detail skema insentif yang tengah difinalisasi. Saat ditanya soal kemungkinan insentif hanya diberikan kepada merek atau produsen kendaraan listrik nasional, ia menyebut keputusan itu masih dalam tahap pembahasan.
"Ini keputusannya sedang diolah, kita tunggu nanti hasilnya seperti apa," ungkap Purbaya.
Bentuk insentif yang akan diberikan pun belum bisa dibuka ke publik. Meski begitu, Purbaya memberi sinyal skema yang disiapkan tidak akan jauh berbeda dari opsi yang sebelumnya pernah dibahas pemerintah.
"Bentuknya, aduh, nanti kalau saya kasih tahu bocor. Tapi nanti kayaknya nggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya," imbuhnya.
Soal waktu pengumuman, Purbaya memperkirakan paket stimulus itu bakal dirilis dalam satu hingga dua pekan ke depan.
"Kita akan lihat, mungkin seminggu dua minggu lagi," tutur Purbaya.
Pemerintah sebelumnya sempat menunda pemberian insentif kendaraan listrik yang awalnya ditargetkan meluncur pada Juni 2026. Jadwal tersebut bergeser ke Juli, dan belakangan disebut berpotensi kembali mundur hingga Agustus 2026.
Purbaya mengaku belum memperoleh informasi terbaru soal alasan penundaan tersebut. Ia memastikan pemerintah masih mematangkan kebijakan agar insentif yang diberikan bisa mendorong penjualan kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar