Periskop.id - Dinamika dunia pariwisata global tengah mengalami pergeseran paradigma yang sangat signifikan. Keinginan masyarakat untuk melakukan perjalanan demi mencari kesenangan serta pengalaman baru kini tumbuh jauh lebih kuat dibandingkan masa-masa sebelumnya. 

Fenomena ini terpotret jelas dari hasil studi yang dirilis oleh Global Hotel Alliance (GHA) pada November 2025 lalu. 

Sebagai aliansi merek hotel independen terbesar di dunia, GHA berhasil memetakan proyeksi arah pergerakan wisatawan sepanjang 2026 melalui data dan wawasan yang dihimpun dari program loyalitas mereka, GHA DISCOVERY, yang menaungi lebih dari 32 juta pelancong di seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan hasil survei tersebut, terlihat adanya perbedaan kontras antara intensitas perjalanan pribadi dan perjalanan korporat. Sepanjang 2026, para pelancong secara rata-rata merencanakan enam kali perjalanan pribadi untuk keperluan liburan, sebuah angka yang mendominasi jika dibandingkan dengan agenda perjalanan bisnis yang hanya mencatatkan rata-rata empat kali kunjungan saja. 

Tren pergeseran ini juga diperkuat oleh data bahwa hampir setengah dari total responden, atau sekitar 47%, memperkirakan frekuensi perjalanan wisata mereka akan mengalami peningkatan. 

Sebaliknya, hanya ada 12% responden yang memproyeksikan diri untuk lebih banyak bepergian demi urusan pekerjaan.

Dominasi Gen Z dan Pergeseran Nilai

Kelompok usia muda seperti Gen Z dan generasi Milenial tercatat menjadi motor penggerak utama di balik masifnya perubahan gaya hidup ini. 

Karakteristik kedua generasi ini sangat memengaruhi dinamika industri pariwisata, yang secara detail memperlihatkan perbedaan mencolok dengan generasi di atas mereka sebagai berikut.

  • Antusiasme Tinggi Gen Z untuk Berwisata 
    Sebanyak 65% dari kelompok Gen Z secara terbuka menyatakan komitmen mereka untuk mengalokasikan waktu dan biaya lebih banyak demi perjalanan bersenang-senang. 

    Nilai ini sangat berbeda dengan kelompok generasi Boomers yang justru cenderung memilih opsi perjalanan yang lebih sedikit secara kuantitas, namun dengan durasi waktu yang lebih panjang serta berfokus pada aktivitas pemulihan diri atau kesehatan.
  • Perjalanan sebagai Indikator Kesuksesan Baru
    Satu temuan yang paling mencengangkan dalam riset ini adalah bahwa 50% dari kalangan Gen Z menilai aktivitas melakukan perjalanan jauh lebih penting daripada mengejar pencapaian karier pekerjaan mereka. 

    Fakta sosiologis ini menjadi bukti otentik bahwa mengumpulkan pengalaman global di berbagai belahan dunia kini telah dipandang sebagai sebuah bentuk pencapaian hidup yang baru, menggeser status kemapanan kerja tradisional.