periskop.id - Assalamu’alaikum, Sobat Halalive!
Gimana rasanya bangun pagi ini? Kalau pas alarm bunyi tadi ada rasa ingin pencet tombol snooze berkali-kali, tenang aja, kamu nggak sendirian.
Hari ini, Senin 12 Januari 2026. Ini adalah “Senin Kedua” di tahun baru. Setelah euforia liburan dan kumpul-kumpul akhir tahun, kembali ke rutinitas kadang memang bikin kaget. Badan ada di kantor atau kampus, tapi pikiran mungkin masih tertinggal di kasur empuk di rumah.
Wajar banget kok merasa begitu. Kita kan manusia biasa, ada capeknya, ada malasnya. Tapi, sambil nyruput kopi atau teh pagi ini, boleh nggak kita coba lihat hari Senin dari sudut pandang yang agak beda? Bukan sebagai beban, tapi sebagai momen spesial.
Kenapa Senin Itu "Personal" Buat Nabi?
Mungkin kita sering dengar kalau Rasulullah SAW itu rajin puasa di hari Senin. Ternyata, alasannya cukup sentimentil dan menyentuh hati.
Ketika ditanya kenapa beliau peduli banget sama hari Senin, beliau menjawab:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ - أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
“Itu adalah hari aku dilahirkan, diangkat menjadi Nabi, dan diturunkan kepadaku Al-Qur’an (pertama kali).” (HR. Muslim)
Jadi, Senin itu semacam hari bersejarah buat iman kita. Di hari inilah cahaya hidayah pertama kali menyapa bumi. Kalau dipikir-pikir, rasanya agak sayang ya kalau kita menyambut hari yang begitu berarti ini dengan perasaan kesal atau bad mood?
Momen "Curhat" Amal ke Langit
Selain nilai sejarahnya, ada satu hal lagi yang mungkin bisa jadi penyemangat—atau setidaknya bahan renungan—buat kita hari ini.
Ternyata, hari Senin (dan Kamis) itu adalah jadwal "laporan mingguan" kita ke langit. Rasulullah SAW pernah bercerita:
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ فِي كُلِّ يَوْمِ خَمِيسٍ وَاثْنَيْنِ، فَيَغْفِرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ لِكُلِّ امْرِئٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا
“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim)
Coba kita bayangkan pelan-pelan. Saat kita lagi sibuk dengan to-do list hari ini, amal kita sedang dihaturkan ke hadapan Allah.
Mungkin ini bisa jadi reminder lembut buat diri sendiri: Pas laporan itu naik, kita pengennya dicatat lagi ngapain ya? Lagi berusaha kerja halal meski ngantuk, atau lagi ngomel-ngomel di jalanan macet? Kita sendiri yang bisa memilih angle-nya.
Dan bagian paling melegakannya? Di hari ini juga ampunan Allah lagi luas-luasnya. Asalkan, hati kita nggak lagi menyimpan dendam sama orang lain. Jadi, kalau masih ada ganjalan sama teman atau keluarga, mungkin hari ini waktu yang pas buat melepaskannya. Biar hati lebih plong.
Doa untuk Langkah yang Berat
Buat Sobat Halalive yang hari ini merasa kakinya berat banget buat melangkah, ingatlah bahwa ada doa Rasulullah yang membersamai pagi-pagi kita:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud)
Doa ini kayak pelukan hangat yang bilang: "Usahamu bangun pagi nggak sia-sia, kok." Ada keberkahan yang diselipkan di antara rasa kantuk dan lelah itu.
Jadi, untuk kamu yang sedang berjuang melawan rasa malas hari ini: It’s okay. Pelan-pelan saja. Tarik napas, luruskan lagi niatnya—bukan cuma buat cari cuan atau nilai, tapi juga sebagai bentuk syukur kita masih dikasih waktu.
Siapa tahu, Senin yang kita takutkan ini justru jadi hari di mana doa-doa kita lebih cepat sampai ke langit.
Selamat menjalani hari dengan caramu sendiri, Sobat Halalive!
Tinggalkan Komentar
Komentar