Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan terus menggencarkan pembangunan gelanggang olahraga (GOR) di tingkat kecamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga dari hulu ke hilir.
"Jakarta sekarang ini memang sedang gencar-gencarnya membangun gelanggang olahraga (GOR) di tingkat kecamatan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, di Jakarta, Jumat (9/1).
Dia menjelaskan, pembangunan GOR di hampir setiap kecamatan merupakan komitmen pemprov dalam pengembangan olahraga. Termasuk cabang olahraga bola basket.
Kebijakan itu diarahkan untuk memperluas akses sarana latihan, pembinaan usia dini, sekaligus menumbuhkan industri olahraga di Jakarta. Program pembangunan GOR kecamatan tersebut telah berjalan beberapa tahun terakhir dan kini menunjukkan hasil yang cukup bagus.
Dia menyatakan, sejumlah kecamatan telah memiliki GOR representatif yang dilengkapi lapangan bola basket, sehingga aktivitas olahraga masyarakat dan pembinaan atlet dapat berlangsung lebih merata. Asal tahu saja, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun dan memperbaiki sebanyak 27 fasilitas olahraga seperti Gelanggang Olahraga (GOR) atau Gelanggang Remaja, dalam kurun tiga tahun terakhir sejak 2023 hingga 2025.
Andri mengatakan, upaya ini bukan hanya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, melainkan juga untuk memastikan masyarakat memiliki ruang olahraga yang representatif sesuai standar nasional bahkan internasional.
"Revitalisasi ini dilakukan secara bertahap, dari perbaikan GOR atau Gelanggang Remaja kecamatan, pembangunan fasilitas olahraga baru, hingga renovasi 'venue-venue' besar," imbuhnya.
Adapun tahun ini, pembangunan dan rehabilitasi yang dilakukan Pemprov DKI meliputi pembangunan Gelanggang Remaja Kecamatan di empat lokasi di Jakarta Selatan. Yakni di Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan dan Tebet.
Selanjutnya, pembangunan Gelanggang Remaja Kecamatan di tiga lokasi di Jakarta Barat. Yaitu Kecamatan Palmerah, Kembangan dan Kalideres. Kemudian, pembangunan lapangan Sepak bola Sukatani (Jakarta Selatan) pembangunan lapangan Sepak b6ola Gedong, pembangunan lapangan Sepak Bola Ki Amat (Meruya), rehabilitasi Stadion Atletik Rawamangun dan rehabilitasi atap JIRTA tahap 2.
Dia menyampaikan, pembangunan dan revitalisasi GOR atau Gelanggang Remaja bertujuan untuk membudayakan olahraga di masyarakat luas. Dari sisi pembinaan, fasilitas olahraga yang lebih moderen dan lengkap akan memberi ruang lebih besar bagi anak-anak dan remaja untuk berlatih sejak usia dini.
Menurut dia, fasilitas olahraga yang nyaman, multifungsi dan dekat dengan warga, akan menjadi magnet bagi komunitas maupun individu untuk berolahraga secara rutin. "Selain itu, fasilitas ini juga berperan penting dalam menciptakan gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta," katanya.
Keberadaan fasilitas olahraga juga dinilai strategis dalam mendukung agenda prestasi daerah pada berbagai ajang nasional. Hal ini terlihat dari kontribusi atlet Jakarta yang meraih banyak medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Bisa dibilang, pembinaan yang ditopang fasilitas memadai berdampak positif.
Bola Basket
Bola basket, lanjut dia, menjadi salah satu cabang yang konsisten menyumbang prestasi, baik dari tim putra maupun putri. Selain aspek prestasi, Pemprov DKI juga mendorong bola basket berkembang sebagai industri olahraga.
Sinergi antara fasilitas publik, klub profesional, dan kompetisi diharapkan mampu menciptakan ekosistem berkelanjutan. Sejalan dengan itu, Pemprov DKI menaruh harapan pada Pelita Jaya Jakarta untuk memberi persembahan terbaik bagi warga saat Jakarta menuju usia 500 tahun.
"Yang penting berjuang dulu untuk meraih gelar Indonesian Basketball League (IBL) 2026, kalau bisa tiga kali beruntun," ujar Andri sambil menegaskan pesan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, agar klub itu terus berkompetisi dan menjaga semangat juara.
Sebelumnya, Presiden Pelita Jaya Jakarta Andiko Ardi Purnomo menyatakan klubnya berencana membuat stadion sendiri, meski membutuhkan waktu relatif lama untuk merealisasikannya.
Menurut dia, rencana jangka panjang untuk membangun stadion sendiri, masuk dalam visi klub, sebagai bagian dari penguatan fondasi organisasi dan peningkatan profesionalisme klub.
"Kami juga ingin meningkatkan fasilitas-fasilitas klub yang lebih bagus, lebih top class," kata Andiko dalam Peluncuran Ofisial Tim dan Pemain Pelita Jaya Jakarta untuk Indonesian Basketball League (IBL) 2026, di Jakarta, Kamis (8/1).
Selain masuk agenda klub, langkah ini menurutnya juga terus dikomunikasikan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jakarta. Andiko menyatakan sejauh ini, Pelita Jaya masih menjadikan GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) sebagai kandang.
Klub memilih fokus merenovasi dan peningkatan fasilitas di GMSB sejak tahun lalu, karena memiliki kerja sama dengan Bakrie Land selaku pengelola arena tersebut. Andiko menilai kapasitas GMSB sudah cukup memadai dan relatif sebanding dengan kandang yang dimiliki klub lain di Jakarta.
GMSB juga dinilai strategis, karena seluruh fasilitas pendukung tim berada di kawasan yang sama, mulai dari pusat kebugaran hingga hunian pemain "Agenda itu (membangun stadion) memang membutuhkan waktu dan akan terus dimatangkan agar bisa terealisasi," imbuhnya.
Sekadar informasi, Pelita Jaya Jakarta berdiri sejak 1987 di Jakarta. Klub tersebut sempat beberapa kali melakukan pergantian nama. Klub ini telah empat kali menjuarai liga bola basket tertinggi di Indonesia dan lebih dari empat kali menjadi runner-up.
Tinggalkan Komentar
Komentar