Periskop.id – Stasiun MRT Bundaran HI akan memiliki koridor bawah tanah sepanjang sekitar 300 meter yang menghubungkan kawasan Plaza Indonesia dengan sisi Wisma Nusantara. Akses langsung menuju Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental juga disiapkan sebagai pengembangan berikutnya.
Fasilitas bernama extended concourse tersebut dirancang sebagai ruang publik bebas biaya atau non-tapping area. Artinya, masyarakat dapat melintasi koridor tanpa harus membeli tiket atau memasuki area berbayar MRT.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Yulham Ferdiansyah Roestam mengatakan, pengembangan itu akan membentuk jaringan pejalan kaki bawah tanah di pusat bisnis Jakarta.
"Multi-interkoneksi yang nantinya future connection-nya ke Hotel Indonesia Kempinski area, kemudian Grand Indonesia, dan.juga Mandarin," kata Yulham saat meninjau proyek di Stasiun MRT Bundaran HI, Rabu (29/7).
Dua akses baru di sisi barat dan timur
Koridor tersebut akan dilengkapi dua akses utama. Muara 1 berada di sisi barat dan menghubungkan ruang bawah tanah dengan kawasan Plaza Indonesia serta depan Hotel Grand Hyatt. Sementara Muara 2 berada di sisi timur, dekat Hotel Pullman dan Wisma Nusantara.
Koneksi langsung ke Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental belum dibuka pada tahap awal. Pengelola menyiapkan knockdown panel atau bagian dinding yang dapat dibuka ketika desain dan kerja sama pembangunan koneksi telah disepakati.
"Untuk Kempinski dan Mandarin, sekarang sedang dalam tahap finalisasi desain, ya, future connection, betul. Tapi yang sekarang kita fokus adalah penyediaan muara baru di area barat, di depan Hyatt, dan di area timur, di depan Pullman," terang Yulham.
Ruang tersebut memiliki luas sekitar 4.200 meter persegi dan dirancang menampung hingga 3.200 orang. Selain menjadi koridor pejalan kaki, area berpendingin udara itu dapat digunakan untuk kegiatan publik, pameran, pertunjukan, serta aktivitas komersial.
Konsep tersebut memungkinkan masyarakat berpindah dari satu sisi Jalan MH Thamrin ke sisi lainnya tanpa berhadapan langsung dengan kendaraan dan kemacetan. Pengguna MRT juga dapat mengakses pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, serta Halte Transjakarta Bundaran HI dengan lebih aman dan nyaman.
Progres proyek mencapai 22%
Pembangunan extended concourse telah mencapai sekitar 22%. Proyek senilai Rp148,2 miliar yang dipimpin PT Integrasi Transit Jakarta itu ditargetkan selesai pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.
"Terkait dengan pembangunan pedestrian pejalan kaki di bawah tanah itu, saat ini progresnya kurang lebih sekitar 22 persen, dan kami punya target selesai bulan Juni tahun 2027, tepat lima abad Jakarta," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.
Pekerjaan proyek mencakup relokasi utilitas, penguatan konstruksi bawah tanah, pembangunan akses baru, fasilitas ventilasi, serta penyiapan area komersial. MRT Jakarta juga sedang menyeleksi mitra usaha yang nantinya mengelola dan mengisi ruang tersebut setelah beroperasi.
Stasiun Bundaran HI berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah dan termasuk salah satu stasiun tersibuk pada jalur MRT Lebak Bulus–Bundaran HI. Jumlah penggunanya berkisar 450 ribu hingga 500 ribu orang per bulan dan diperkirakan meningkat ketika jalur menuju Monas mulai beroperasi.
Bersiap menyambut MRT Bundaran HI–Monas
Pembangunan koridor bawah tanah juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan penumpang ketika MRT Jakarta Fase 2A Segmen 1 Bundaran HI–Monas dibuka.
Hingga Juli 2026, progres paket CP201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Monas telah mencapai sekitar 92–93%. MRT Jakarta menargetkan kedua stasiun dapat beroperasi penuh pada akhir 2027.
"Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92% menuju 93%. Insya Allah selesaikan di akhir tahun 2027 dan sudah beroperasi di akhir 2027," kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina.
Sementara itu, Kantor Staf Presiden mencatat keseluruhan Fase 2A dari Bundaran HI hingga Kota memiliki panjang sekitar 5,8 kilometer. Operasi Segmen 1 tetap ditargetkan pada Desember 2027, sedangkan operasi penuh seluruh jalur direncanakan pada Februari 2030.
Kehadiran extended concourse diharapkan tidak hanya memperbesar kapasitas Stasiun Bundaran HI, tetapi juga mengubah kawasan tersebut menjadi jaringan pejalan kaki bawah tanah yang terintegrasi. Namun, koneksi langsung dengan sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan masih bergantung pada finalisasi desain serta kesepakatan dengan pemilik bangunan.
Tinggalkan Komentar
Komentar