Periskop.id - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membentuk Dewan Pengawas yang beranggotakan kalangan profesional di bidang gizi dan kesehatan. Kepala BGN Sudaryono menyatakan langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan sekaligus masukan bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono menjelaskan, lembaganya membuka diri terhadap keterlibatan berbagai kalangan profesional demi memastikan program tersebut berjalan sesuai standar gizi yang tepat.

"Jadi yang dewan pengawas ini memang kita intinya ingin diawasi oleh orang-orang yang kompeten," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Ia merinci, pihak yang diusulkan masuk Dewan Pengawas antara lain ahli gizi, dokter anak, dokter gizi, dan dokter kandungan. Chef pun turut diusulkan karena dinilai bisa memberikan masukan soal penyusunan menu dan aspek gizi makanan.

"Termasuk juga chef untuk bisa ngasih tips dan lain-lain. Jadi kami membuka diri terhadap segala masukan dan khususnya kami pasti akan sangat bersyukur manakala kita dibantu oleh tenaga-tenaga profesional yang betul-betul ahli di bidang itu," ujarnya.

Selain membentuk Dewan Pengawas internal, BGN juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperluas pelibatan pakar. Koordinasi ini ditargetkan rampung sebelum 5 Agustus 2026.

Lewat kolaborasi tersebut, BGN ingin menghimpun masukan dari ahli gizi, dokter gizi, dokter anak, dan berbagai pihak terkait untuk menyusun kajian bersama.

Sudaryono menegaskan, masukan para pakar dibutuhkan untuk membahas sejumlah persoalan. Mulai dari penanganan stunting, penyusunan menu, kandungan gizi, hingga metode intervensi yang tepat di daerah dengan angka stunting tinggi.

"Dengan melibatkan banyak ahli gizi, dokter-dokter gizi, dokter anak dan lain-lain, maka kami ingin mendapatkan lebih banyak masukan terkait stunting, terkait menu, terkait kandungan gizinya dan seterusnya," ucapnya.

Tidak berhenti di situ, BGN juga berencana mengundang berbagai organisasi profesi dan pemangku kepentingan lain, termasuk asosiasi chef. Langkah ini diambil khusus untuk menjaring masukan terkait penyusunan menu bergizi bagi penerima manfaat MBG.

"Dan kita akan mengundang yang lain-lain juga, mungkin mengundang asosiasi chef dan seterusnya, kita ingin banyak mendengar itu," kata Sudaryono.

["Sudaryono", "Badan Gizi Nasional (BGN)", "Kementerian Kesehatan (Kemenkes)"] [{"title": "BGN-Kemenkes Kejar Tenggat 5 Agustus Bahas Stunting", "angle_summary": "Fokus pada kolaborasi BGN dan Kemenkes menyusun kajian bersama soal stunting dan intervensi gizi daerah, dengan tenggat waktu yang lebih spesifik.", "anchor_quote": "kami ingin mendapatkan lebih banyak masukan terkait stunting, terkait menu, terkait kandungan gizinya dan seterusnya", "suggested_delay_hours": 6}, {"title": "Asosiasi Chef Bakal Dilibatkan BGN Susun Menu MBG", "angle_summary": "Angle khusus soal rencana BGN mengundang asosiasi chef untuk menyusun menu bergizi program MBG, menyasar audiens kuliner dan industri katering.", "anchor_quote": "kita akan mengundang yang lain-lain juga, mungkin mengundang asosiasi chef dan seterusnya", "suggested_delay_hours": 8}]