Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghentikan sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi. Kebijakan ini diambil demi memastikan seluruh prasarana perkeretaapian tetap aman setelah gempa bumi magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Jawa Barat.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menegaskan, langkah penghentian operasional ini merupakan standar operasional prosedur keselamatan yang wajib dijalankan. Menurutnya, tindakan cepat tersebut langsung diproses begitu pihak manajemen menerima laporan kejadian bencana.
"Getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya pada lintas dari Stasiun Nagreg hingga Stasiun Banjar, lintas Stasiun Cibatu hingga Stasiun Garut, serta lintas Stasiun Cipatat hingga Stasiun Gandasoli," kata Kuswardojo, Rabu (5/8).
Ia menjelaskan, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung mendeteksi getaran gempa yang berpusat di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Gempa yang berkedalaman 18 kilometer tersebut terjadi pada Rabu malam pukul 21.55 WIB.
Sesaat setelah guncangan terdeteksi, Pusdalopka segera menginstruksikan seluruh armada kereta api untuk menghentikan laju kendaraan. Menurut Kuswardojo, kereta dihentikan di stasiun terdekat maupun di tengah petak jalan demi memprioritaskan keamanan penumpang.
Tim jajaran petugas prasarana pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk menyisir kondisi fisik jalur. Kuswardojo menyebutkan, pemeriksaan menyeluruh mencakup fondasi rel, jembatan, terowongan, hingga peralatan wesel.
Langkah mitigasi tersebut wajib diselesaikan sampai tim memastikan infrastruktur perkeretaapian benar-benar siap dilintasi kembali. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen mengedepankan keamanan perjalanan di atas jadwal operasional.
"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," lanjut Kuswardojo.
Hingga Rabu pukul 22:25 WIB, proses penyisiran dan pemeriksaan teknis dilaporkan masih terus berlangsung di sejumlah lintas terdampak. Pihak Daop 2 Bandung pun memohon maaf atas kendala perjalanan ini sekaligus mengapresiasi pengertian para penumpang.
KAI Daop 2 Bandung berjanji bakal terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan membagikan informasi terkini secara berkala. Pembaruan kondisi operasional tersebut dapat diakses masyarakat melalui seluruh saluran media resmi milik KAI.
"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh KAI, setiap keputusan operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama penyelenggarakan perjalanan kereta api," tutup Kuswardojo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar