Periskop.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan dukungan penuh kepada Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA.

Langkah ini diambil usai Indonesia merasakan langsung dampak positif dari transformasi sepak bola nasional yang disokong badan sepak bola dunia tersebut.

Erick menilai, FIFA di bawah arahan Infantino konsisten memberikan pendampingan serta bantuan program pengembangan secara konkret.

Selain itu, kepercayaan FIFA juga terbukti lewat penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, FIFA Series 2026, dan FIFA ASEAN Cup 2026.

"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," tulis Erick dalam unggahan di akun Instagram miliknya dikutip pada Rabu (5/8).

Ia percaya bahwa FIFA akan terus berperan sebagai organisasi yang melayani seluruh anggota serta memperkuat solidaritas global.

Menurutnya, kepemimpinan Infantino mampu mendorong kemajuan sepak bola agar memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh PSSI melalui rilis resminya yang secara terbuka menyuarakan dukungan tersebut.

Dukungan ini mengemuka menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027 yang mengagendakan pemilihan presiden baru.

PSSI menilai kepemimpinan Infantino sukses memupuk persatuan sekaligus mempercepat pembenahan ekosistem sepak bola di tingkat global.

Lebih lanjut, inisiatif FIFA disebut berhasil menerjemahkan misi dunia menjadi perkembangan nyata bagi sepak bola Tanah Air.

Rekam jejak dan kepercayaan yang telah dibangun tersebut menjadi alasan utama bagi PSSI untuk terus memberikan apresiasi.

Oleh karena itu, federasi berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama konstruktif demi kemajuan olahraga ini.

"PSSI berharap dapat terus bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia," tulis rilis resmi PSSI.

Langkah PSSI ini mengemuka di tengah sorotan publik terhadap wacana Infantino yang sempat ingin menjual saham Piala Dunia. Ide kontroversial tersebut sebelumnya memicu penolakan keras dari konfederasi besar seperti UEFA, CONCACAF, AFC, hingga CONMEBOL.

Meski wacana penjualan saham akhirnya dibatalkan, dorongan oposisi dari beberapa federasi negara anggota tetap menguat.

Federasi sepak bola Wales (FAW), Inggris (FA), Serbia (FSS), dan Swedia (SvFF) bahkan dilaporkan telah menarik dukungan mereka untuk pencalonan Infantino periode 2027–2031.