Periskop.id - PT Astra Honda Motor (AHM) menyebut, industri sepeda motor nasional memiliki dampak ekonomi luas dengan melibatkan ratusan ribu tenaga kerja di berbagai lini. Mulai dari manufaktur, rantai pasok, distribusi hingga layanan pendukung.

Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM Thomas Wijaya mengatakan, ekosistem industri yang terkait dengan perusahaan tersebut mencakup sekitar 600 ribu hingga 700 ribu orang. Termasuk pekerja di perusahaan pemasok, jaringan dealer, lembaga pembiayaan, hingga sektor logistik dan asuransi.

“Di AHM sendiri kami memiliki sekitar 25 ribu karyawan. Namun jika dihitung dengan seluruh rantai pasok dan jaringan yang terlibat, jumlahnya bisa mencapai 600 sampai 700 ribu orang,” kata Thomas di Jakarta, Rabu (25/2). 

Ia menjelaskan, perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 220 perusahaan tier 1 serta sekitar 1.000 perusahaan tier 2 dan tier 3, dalam penyediaan komponen. Keterlibatan industri pendukung tersebut dinilai menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur manufaktur nasional.

Menurut Thomas, kendaraan roda dua memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat Indonesia. Alhasil pertumbuhan industri ini berkontribusi langsung terhadap aktivitas ekonomi.

Selain memperkuat pasar domestik, AHM juga melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) sebanyak 223 ribu unit. Ditambah hampir 1 juta unit dalam bentuk completely knocked down (CKD) pada tahun lalu.

Ia menambahkan, dengan besarnya ekosistem yang terlibat, industri roda dua tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada jutaan anggota keluarga yang menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.

“Kami berharap industri ini dapat terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

Pasar Terbesar Ketiga
Asal tahu saja, Thomas Wijaya menyebut Indonesia menjadi pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Kontribusinya, lebih dari 10% terhadap total pasar global yang mencapai 50 hingga 60 juta unit per tahun.

“Kalau tahun lalu market Indonesia sekitar 6,4 juta unit, tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya 6,3 juta unit. Secara global, Indonesia berada di posisi ketiga,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, pada Januari tahun ini pasar sepeda motor nasional tercatat sekitar 577 ribu unit atau tumbuh sekitar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal positif terhadap stabilitas dan potensi perbaikan ekonomi domestik.

Menurut Thomas, AHM sebagai salah satu produsen utama di dalam negeri juga mencatat pertumbuhan sejalan dengan pasar. Produksi domestik perusahaan hampir mencapai 5 juta unit pada tahun lalu atau sekitar 4,98 juta unit, naik sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, AHM, lanjutnya, juga berkontribusi pada ekspor kendaraan utuh (CBU) sebanyak 223 ribu unit serta hampir 1 juta unit dalam bentuk completely knocked down (CKD).

“Kami berharap pertumbuhan ini bisa terus berlanjut sehingga industri roda dua dapat semakin berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya.