Periskop.id - Upaya percepatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan progres yang signifikan. PT PLN (Persero), sebagaimana data yang dipublikasikan pada Februari 2025, secara masif menyediakan berbagai jenis infrastruktur pengisian daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.
Infrastruktur ini mencakup berbagai tipe pengisian daya mulai dari standard, medium, fast, hingga ultra fast charger yang dirancang khusus untuk kendaraan roda empat.
Hingga periode tersebut, PLN bersama para mitra strategis telah berhasil menyiagakan total 3.233 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau EV charger yang tersebar di 2.192 titik lokasi di seluruh Indonesia. Kehadiran ribuan unit ini merupakan jawaban atas meningkatnya populasi kendaraan listrik nasional.
Berikut adalah rincian jenis pengisian daya yang tersedia secara nasional:
| Jenis SPKLU | Jumlah (Unit) |
| Ultra Fast Charger (>50 kW) | 256 |
| Fast Charger (>22 sd 50 kW) | 381 |
| Medium Charger (>7 sd 22 kW) | 1.813 |
| Standar Charger (≤7 kW) | 783 |
Peta Sebaran Infrastruktur
Berdasarkan sebaran wilayah, Pulau Jawa memimpin dengan jumlah infrastruktur terbanyak karena populasi pengguna kendaraan listrik yang terkonsentrasi di wilayah tersebut. Namun, pembangunan di pulau-pulau lain juga terus digenjot demi mewujudkan konektivitas hijau dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
Berikut adalah tabel distribusi unit SPKLU dan lokasinya berdasarkan pulau:
| Pulau | Jumlah SPKLU (Unit) | Jumlah Titik Lokasi |
|---|---|---|
| Jawa | 2.211 | 1.385 |
| Sumatra | 410 | 336 |
| Bali & Nusa Tenggara | 217 | 138 |
| Kalimantan | 209 | 171 |
| Sulawesi | 139 | 121 |
| Papua | 25 | 19 |
| Maluku | 22 | 22 |
| TOTAL | 3.233 | 2.192 |
Perbandingan Ketersediaan Charger dengan Jumlah Kendaraan
Secara nasional, perbandingan atau rasio ketersediaan SPKLU terhadap jumlah kendaraan listrik di Indonesia berada pada angka 1:21.
Artinya, setiap satu unit pengisian daya melayani rata-rata 21 kendaraan listrik. Data mencatat terdapat 68.695 unit kendaraan listrik yang terdaftar di seluruh Indonesia, didukung oleh 3.233 unit pengisian daya.
Rasio tertinggi ditemukan di wilayah padat penduduk seperti Jakarta Raya (1:47), Banten (1:27), dan Jawa Barat (1:18). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah unit pengisian daya di wilayah tersebut sangat banyak, jumlah pengguna kendaraannya pun jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain.
Menariknya, di beberapa wilayah seperti Aceh, Bangka Belitung, dan NTT, rasio menunjukkan angka 1:1. Penjelasan logis atas fenomena ini adalah karena jumlah kendaraan listrik yang masih terbatas di wilayah tersebut sudah langsung diimbangi dengan kehadiran unit SPKLU oleh PLN, sehingga pengguna di sana hampir tidak akan pernah mengalami antrean.
Berikut adalah rincian rasio ketersediaan di berbagai wilayah lainnya:
| Wilayah Operasional | Rasio (SPKLU : EV) |
|---|---|
| Aceh | 1 : 1 |
| Bangka Belitung | 1 : 1 |
| Nusa Tenggara Timur (NTT) | 1 : 1 |
| Sumatera Barat | 1 : 2 |
| Nusa Tenggara Barat (NTB) | 1 : 2 |
| Maluku dan Maluku Utara | 1 : 2 |
| Papua | 1 : 3 |
| Lampung | 1 : 4 |
| Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo | 1 : 4 |
| Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah | 1 : 4 |
| Kalimantan Barat | 1 : 5 |
| Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara | 1 : 5 |
| Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu | 1 : 6 |
| Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat | 1 : 9 |
| Jawa Tengah dan Yogyakarta | 1 : 11 |
| Bali | 1 : 12 |
| Sumatera Utara | 1 : 14 |
| Riau | 1 : 14 |
| Jawa Timur | 1 : 14 |
| Jawa Barat | 1 : 18 |
| Banten | 1 : 27 |
| Jakarta Raya | 1 : 47 |
Tinggalkan Komentar
Komentar