Periskop.id - Infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan grafik pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. PT PLN (Persero) secara konsisten terus menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna memastikan kesiapan ekosistem energi bersih di tanah air. 

Langkah terbaru terlihat dari kesiagaan perusahaan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dilansir dari Antara pada Jumat (19/12), PT PLN (Persero) telah menyiagakan sebanyak 1.500 unit SPKLU yang tersebar secara strategis di sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatera hingga Jawa. 

Penambahan ini dilakukan secara masif untuk mengantisipasi potensi antrean panjang pada titik pengisian daya, mengingat minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan yang melonjak tajam.

Jika menilik data historis, angka ketersediaan infrastruktur pengisian daya ini memang tercatat naik terus secara signifikan. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2024 ke 2025 yang lalu, jumlah stasiun pengisian daya yang disiapkan baru menyentuh angka 500 unit. 

Tren kenaikan ini bahkan terlihat jauh lebih spektakuler jika ditarik ke periode sebelumnya, di mana jumlah ketersediaan unit pengisian daya pada mulanya hanya berjumlah sekitar 70 unit saja. 

Lonjakan dari 70 unit menjadi 500 unit merupakan kenaikan delapan kali lipat, yang kini kembali dilipatgandakan demi kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Keputusan PLN untuk terus menambah jumlah unit SPKLU ini bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan respon nyata atas pertumbuhan populasi kendaraan listrik nasional yang telah menyentuh angka sekitar 150 ribu unit pada akhir tahun 2025. 

Angka tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 65 ribu unit. Dinamika pasar yang begitu cepat membuat kebutuhan akan titik pengisian daya yang tersebar luas menjadi semakin mendesak.