Internasional

Kapal Pengangkut Migran Tenggelam di Perairan Malaysia-Thailand, 10 Korban di Temukan

Sebuah kapal migran Rohingya yang membawa 300 orang tenggelam di perairan Thailand-Malaysia. Sepuluh orang selamat, satu jenazah ditemukan, sementara dua kapal lain masih dicari.

9 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Kapal Pengangkut Migran Tenggelam di Perairan Malaysia-Thailand, 10 Korban di Temukan
Staf Badan Penegakan Maritim Malaysia memeriksa seorang korban selamat yang diselamatkan oleh awak kapal nelayan setelah kapal dari Buthidaung, Myanmar, tenggelam di dekat perbatasan Malaysia-Thailand, dekat Langkawi, Malaysia, 9 November 2025. Badan Penegakan Maritim Malaysia /Dok.Reuters/Handout
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Sebuah kapal pembawa migran yang ditumpangi 300 penumpang tenggelam di dekat perbatasan Thailand–Malaysia ketika ratusan orang dikabarkan hilang pada Minggu (9/11). Melansir Reuters, Otoritas Maritim Malaysia melaporkan terdapat sepuluh orang selamat, sementara satu jenazah ditemukan.

Laksamana Pertama Romli Mustafa, Direktur Otoritas Maritim Negara Bagian Kedah dan Perlis di Malaysia Utara, mengatakan kapal pengangkut migran tersebut berangkat dari Buthidaung dengan total sekitar 300 penumpang di dalamnya, dan kapal itu tenggelam di perairan utara Malaysia.

“Korban yang selamat merupakan tiga pria asal Myanmar, dua pria Rohingya, dan satu berasal dari Bangladesh, sementara sisanya masih dalam kondisi selamat. Kapal ini ditemukan di perairan lepas pantai Langkawi,” kata Romli Mustafa, Senin (10/11).

Sementara itu, laporan media setempat menyebutkan ditemukan jenazah seorang perempuan berkebangsaan Rohingya. Kepala Kedah, Adzli Abu Shah, membenarkan identitas jenazah tersebut.

Menurut Adzli, upaya migrasi yang mereka lakukan terjadi karena kelompok minoritas Rohingya yang mayoritas beragama Islam terpaksa meninggalkan Myanmar, negara yang didominasi penduduk beragama Buddha, akibat diskriminasi yang mereka alami.

Selain itu, mereka dianggap sebagai pendatang dari Asia Selatan sehingga tidak diberikan status kewarganegaraan dan mengalami penindasan serta perlakuan tidak manusiawi.

Diketahui, rombongan yang hendak menuju Malaysia semula berlayar dengan sebuah kapal besar. Namun, saat mendekati perbatasan, mereka diperintahkan berpindah ke tiga kapal kecil yang masing-masing menampung sekitar 100 orang agar tidak terdeteksi oleh aparat.

“Sayangnya, satu di antara kapal tersebut tenggelam, dan hingga kini nasib dua kapal lainnya masih belum kami ketahui. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung,” tutur Adzli.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai rohingya, kapal migran, dan migran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.