Periskop.id - Kreator konten legendaris yang dikenal dengan aksi bisunya di TikTok, Khaby Lame, baru saja menghebohkan dunia bisnis global. Pria berdarah Senegal–Italia ini resmi menjual perusahaannya, Step Distinctive Limited, dalam sebuah kesepakatan besar senilai US$975 juta atau setara dengan kurang lebih Rp16,35 triliun, berdasarkan nilai kurs Selasa (27/1).

Kesepakatan ini tidak hanya melibatkan uang dan saham dalam jumlah fantastis, tetapi juga menandai langkah berani Khaby dalam merambah teknologi masa depan melalui pengembangan "kembaran digital" berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Melansir laporan dari Business Insider Africa, Senin (26/1), transaksi ini merupakan bentuk akuisisi sebagian sekaligus kemitraan strategis dengan perusahaan bernama Rich Sparkle Holdings yang diumumkan pada pekan lalu. Melalui perjanjian ini, Rich Sparkle mendapatkan hak eksklusif atas seluruh aktivitas komersial Khaby Lame selama minimal 36 bulan ke depan.

Hak eksklusif tersebut mencakup pengelolaan kontrak kerja sama merek (endorsement), lisensi, bisnis belanja daring (e-commerce), hingga kemitraan strategis lainnya. Menariknya, dalam kesepakatan ini, Khaby Lame tetap diposisikan sebagai pemegang saham pengendali di Rich Sparkle. Artinya, Khaby tidak hanya berperan sebagai wajah dari merek tersebut, tetapi juga memiliki pengaruh besar sebagai pemilik saham dan mitra kreatif.

Pihak Rich Sparkle Holdings sangat optimistis dengan kerja sama ini. Mereka memproyeksikan bahwa kolaborasi dengan Khaby Lame berpotensi menghasilkan penjualan lebih dari US$4 miliar atau sekitar Rp63,4 triliun setiap tahunnya.

Bagian paling menarik dari kesepakatan ini adalah pemberian izin bagi Rich Sparkle untuk mengembangkan digital twin atau kembaran digital milik Khaby Lame. Bagi masyarakat awam, digital twin dapat dibayangkan sebagai replika atau tiruan virtual yang sangat mirip dengan sosok aslinya di dunia nyata.

Untuk mewujudkan hal ini, Khaby memberikan izin kepada perusahaan untuk menyalin ciri wajah, pola suara, hingga perilaku uniknya yang ikonik. Dengan teknologi AI, kembaran digital ini nantinya bisa digunakan untuk:

  • Menciptakan konten video dalam berbagai bahasa tanpa Khaby harus mempelajarinya.
  • Melakukan siaran langsung virtual secara terus menerus.
  • Berinteraksi dengan penggemar di berbagai platform tanpa kehadiran fisik Khaby secara langsung.

Langkah ini dianggap sebagai solusi cerdas untuk mengelola jadwal Khaby yang sangat padat, mengingat saat ini ia memiliki total pengikut mencapai 360 juta orang yang tersebar di berbagai platform media sosial.

Pihak Rich Sparkle Holdings menegaskan bahwa kerja sama ini akan mengubah cara orang berbelanja dan menikmati konten di masa depan. Mereka tidak lagi melihat Khaby hanya sebagai seorang influencer, melainkan sebagai pilar dari ekosistem ekonomi digital yang baru.

“Ini bukan sekadar akuisisi saham, melainkan sebuah revolusi dalam model e-commerce konten global,” ujar pihak Rich Sparkle dalam pernyataan resminya mengenai kesepakatan besar tersebut.